Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 Januari 2019
Minggu, 13 Januari 2019
Kesempurnaan mu (Puisi Mading Demangan News Edisi 79)
Semua seruan
kini hanya untuk mu
Semua pujian
hanya untuk menyebut namamu
Karena
kaulah yang terindah
Karena
kaulah yang paling sempurna
Tiada
rupawan yang menyerupaimu
Tiada
keindahan yang melebihi mu
Kaulah
satu-satunya
Tiada yang akan
menduaimu
Kaulah
bintang diantara indahnya bintang
Kaulah bulan
di antara gelapnya malam
Dan kau
matahari di kala pagi ada
Dan hanya
kaulah
Malaikat
penyempurna hidupku
By: No
Sabtu, 12 Januari 2019
Ku tak kuasa (Puisi Mading Demangan News Edisi 79)
Berlapis
jalan ku tapaki
Namun hanya
kesendiran
Tanpa
sehelai tangan tuk memapah...
Semua
penderitaan yang sangatlah menyiksa
Q tak
kuasa...
Apakah ini
yang harus terjadi
Semua tak
pernah ku harap
Namun
mengapa semua itu terjadi
Begitu
menyiksa, begitu myesakkan
Ku berlari
begitu jauh...
Namun
mengapa ini semakin menyakitkan
Apakah arti
semua ini...
By: Phutra
Mcj
Senin, 07 Januari 2019
Kenangan di pojokan (Mading Demangan News Edisi 79)
Shobat...
Masih
ingatkah engkau
Tentang
cerita yang dulu kita ukir
Sebuah
persahabatan yang abadi
Yang terus
ku kenang sampai disini
Shobat...
Dulu kita
pernah bersama
Saling
menganang cerita
Tertawa,
berduka dan saling bercanda
Seakan
menghiasi keseharian kita bersama...
Meski kita
berbeda
Tapi...
Kita serasa
bersaudara
Shobat...
Kenanglah
aku
Meskipun
engkau tak berada di sisiku
Ingatlah aku
meski aku berada jauh dari mu
Shobat...
Tak ada yang
hilang dari hati
Dan tak ada
yang terlintas
Semua
kenangan ini
Karena kita
saudara
Meski jarak
memisahkan kita...
By: Mas Hanzavia dan Nizam Saucy
To: Sahabatku Helboy Lavenzie
Awak Dewe
Ngehenk’s
Senin, 09 Januari 2017
Kucari Jalan pulang (PUISI DEMANGAN NEWS EDISI 1)
Tiada
yang peduli dengan keberadaanku
Orang
tuaku sibuk nan terlepas
Aku
ibarat ayam kehilangan induknya
Terlunta-lunta
didunia yang pekat
Ingin
rasanya aku pulang
Tapi…aku
tak tahu pintu kembali
Ingin
rasanya aku bertanya
Tapi….
Kepada siapa …?
Sementara
disekitarku menutup mata
Semua
tak peduli dengan ku saat ini
Aku
semakin jauh
Menelusuri
lorong waktu, pekat nan gelap
Batinku
terjerat
Jiwaku
tersiksa nan terisak
Tergores pecahan kaca yang retak
By: Sulamut Taufiq B 7
Selasa, 03 Januari 2017
Sang Pagi (Puisi Demangan News Edisi 41)
![]() |
Di
saat sinar bulan memudar
Malam berganti menyongsong fajar
Adzan
subuh berkumandang
Mengajak
orang untuk sembahyang
Dengan
gagahnya ayam berkokok
Membangunkan
orang dari mimpi indah
Embun
pagi membasahi bumi
Dedaunan
hijau mulai segar kembali
Ku
haturkan syukurku pada-Mu Robbi…
Karna
ku masih diberi kesempatan
Tuk
menghirup udara segar
Semua
yang berlalu telah menjadi sepenggal kenangan
Embun
pagi jadi setetes kerinduan
Yang
hanya menusuk hati menikam masa
Terkadang
ketidak pastian hanya menyakiti
Kalbu
membakar empedu dan harapan
Yang
hanya menjadi lamunan semmu
Pijakan
demi pijakan, kan ku tamping
Demi
satu jawaban
By:
Princess Gerphas Elit
Tanjung
Bumi Pux





