BUNDA
Kasih sayangmu laksana
surya
Yang selalu menerangi
bumi
Sembilan bulan aku
hidup dalam kandungan
Kau hidupi aku dengan
air kehidupan
Tanpa keluh kesah
engkau besarkan aku hingga dewasa
Setiap detak jantungku
Setiap desahan nafasku
Selalu terhembus namamu
di setiap tetes darah ku
Terakhir namamu dan
jasamu takkan bisa terhitung
Oleh waktu, engkau
adalah teratai hidupku
Tempat mengadu seribu
masalah
Curahan kasih sayangmu
seakan tak mengharap imbalan
Kasih sayangmu mengalir
laksana air pegunungan
Yang senantiasa
menyejukkan kehidupan alam
Oh bunda
Mungkin sudah
beribu-ribu kali aku mendurhakaimu
Mungkin sudah
beribu-ribu kali pula engkau mendoakan aku
Bunda
Aku rindu akan pelukan
hangatmu
Aku rindu akan
belayanmu
Aku rindu akan waktu
saat di manjakanmu
Aku rindu kasih
sayangmu
Aku ringu dengan semua
senyum manismu
Selamat tinggal ibuku
tercinta
Semuga Allah
menempatkanmu di tempat yang mulia
Bersama kekasihNya di
surga
Amin… amin… ya robbal
alamin….
By: Fey=>Atiqotul
maula
To=>bunda yang slalu
q rindu
TLA~TIM(X3) PPSMCH
PERAHU YANG TERSESAT
Ku berlayar di samudra
kehidupan
Dengan petunjuk ibu
sebagai sang nahkoda
Di tengah gelapnya
samudra kehidupan
Ia berseru dengan
petuah kasihnya
Angin bertiup dengan
begitu kencangnya
Badai dan ombak
mengahantam kapal
Sehingga tergoyah
membingungkan awak kapal
Semua terlewati karna
titahnya
Tapi di tengah lautan
ia hilang ntah kemana
Pergi tanpa
meninggalakan jejak
Tehapus oleh air laut
Ibu ngkaulah nahkodaku
Engkaulah pelayan yang
membawa pergi perahu
Di tengah gelapnya
samudra kehidupan
By: Hamdan pangiran
kodok
klebun lawas dari D-01
warna cinta
yang tau
hanya setets embun
Betapa dahaga
akan cinta
kupu-kupu
bersayap biru begitu tenang
menatap
sinis tanpa hati
mengapa
kau masih ragu melukuis cinta…?
Sedangkan
pelangi kelabu tanpa warna
Purnamapun
pekat bersimbah gulita
Maka
jangan harap indah
Jika
kanuas mu tak menureh warna
Mengapa
kau takut memanggil cinta…?
Sedangkan
lagu-lagu bumi mulai sumbang
Gemuruh
ombak mulai membising
Ringkikan
satwa mengelepor di daun telinga
Ah...!!
Apa lagi suara petir
Maka
jangan harap nyanyian syahdu
Jika
mulutmu tetapmembisu
By: Zainnul Anwar
Banyuates 26-032013
Ilmu
Waktu kecil ku
mencarimu, walau
Hembusan angin hujan
membasahi tubuhku
Aku tetap semangat
untuk pergi mencarimu
Setelahnya aku belum
puas dengan mu
Ilmu
Kaulah cahaya dalam
hidupku
Yang menerangi
kegelapan fikiranku
Ilmu
Tanpa mu ku tak bias
hidup
Kaulah pemberantas dari
semua masalah
Kau jua lah yang
memberantas kebodohan manusia.
By: Rifki MM Galis.
Renungan hati
Ya allah
Aku sadar
Bahwa aku mecari ilmu
tidak segampang yang ku fikirkan.
Aku menyesal telah
menyia-nyiakan waktuku dalam mencari ilmu
Bertahun-tahun ku
mencarinya dengan tanpa beban
Ya Allah
Tanamkanlah rasa
semangat dalam dada
Hapuslah semua rasa malas
yang menggebu dalam hati
Taburkanlah rasa juang
yang tanpa pamrih
Dan tumbuhkan lah
keikhlasan hanya untuk mu
By: Muara Badak
Terima Kasih Sahabat
Sahabat
Kau bagaikan cahaya
dalam kegelapan
Kau bagaikan berlian di
atas bebatuan
Kau bagaikan kehangatan
dalam kesepian
Kau juga bagai mentari
di atasa awan
Sahabat
Sinarmu selalu menjadi
nomer Satu
Yang setia menyinari
kegelapan dalam hati
Kau tak pernah pergi
saat kau ku butuhkan
Dan selalu setia untuk
selalu bersama
By: lensa si Putri Bungsu
Sahabat Indana fikria
Sekeping Asa
Mungkin aku memang
lemah,
Mungkin aku tak pernah
punyai lelah
Saat ku terdiam
menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh
harapan semu
Sepertinya…..
Taklah cukup banyak
kutulis
Taklah cukup dalam hati
ini kuiris
Agar bias kucoba lagi
cinta dari semula
Dengan ia yang mampu
merasakannya
Namun cinta untukmu
terus tetap bertahan
Disekeping sisa hati
inipun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak
pernah bisa hilang
Ohtuha…. Bagaimana
semua ini harus kuartikan?
By: emilly diral davinci
Kesedihan Hati
Mau di
panggil tak bernama
Hati
sedih tiada terkira
Karena
cinta tak diterima
Buat
apa mencari muka
Kalau
untuk di ingkari
Jika
nantipuyus cinta
Jangan
lalu gantung diri
Sebuah
cerita pasti bertema
Tinggallah
mencari judulnya
Kalau cinta
tak diterima
Carilah
segera siapa gantinya
By: Hasya
Wek-Asbak
Isi
hatiku
Aku ingin
menjerit
Biar
semua orang tahu
Kalau
batinku terjepit
Aku ingin
berteriak
Biar
semua orang tahu
Kalau
hidupku terdesak
Aku ingin
menangis
Biar
semua orang tahu
Kalau
hatiku semakin terkikis
Dan aku
ingin mengadu
Tapi
sungguh aku tak mampu
Biarlah
semua aku hadapi sendiri
Walau
harus berjuta-juta perih meroek hati
By:
Aiela Manjha
