Posting Lengkap

Selasa, 29 April 2014

Kumpulan Artikel Demangan News II



Asma Binti Asad Al-Furat
Beliau adalah Asmâ` binti Asad bin al-Furât al-Qayrawâniyyah…putri seorang ulama dan Qadli dari benua Afrika serta shahabat bagi dua orang Imam, yaitu Abu Yusuf dan Malik bin Anas.
Beliau tumbuh di bawah penggamblengan ayahnya sendiri dan merupakan putri satu-satunya. Ternyata, sang ayah dapat mendidiknya dengan baik dan mengasah otaknya dengan ilmu dan hikmah. Beliau selalu menghadiri majlis pengajian yang diadakan sang ayah di rumahnya, berpartisipasi di dalam bertanya dan berdebat sehingga kemudian dikenal sebagai wanita yang memiliki keutamaan, periwayat hadits dan ahli fiqih berdasarkan madzhab Ahli Iraq yang merupakan basis para penganut dan shahabat Abu Hanifah.
Ketika Asad, sang ayah memegang jabatan sebagai komandan tentara yang dipersiapkan untuk menaklukkan pulau Shiqalliyyah (Cecilia) pada masa pemerintahan Ziyadah -1, para penduduk sudah berduyun menyambut panggilannya, bendera-bendera dan panji-panji telah dikibarkan serta genderang telah ditabuh, keluarlah Asmâ` untuk mengucapkan kata perpisahan kepada sang ayah dan ikut mengantarnya hingga sampai di suatu tempat bernama Sûsah (Sousa). Beliau diam disini hingga para prajurit menaiki kapal perang dan dan kapal bertuliskan Bismillâhi Majr'eha wa mursâha telah berlayar meninggalkan dermaga.
Asad, seorang Qadli yang juga komandan, mendapatkan kemenangan besar dan berhasil menaklukkan benteng pulau tersebut sehingga apa yang disumbangkannya tersebut telah ditorehkan sejarah untuknya sepanjang masa. Dia gugur sebagai syahid pada tahun 213 H tatkala melakukan pengepungan terhadap kota Sarqusah, ibukota kekaisaran Romawi di Cecilia. Ketika itu, panji berada di tangan kirinya sementara pedang telah terpancang di tangan kanannya sembari melantunkan firman Allah Ta'ala "Idza Jâ`a nashrullâhi wal Fath " (surat an-Nashr).
Sepeninggal sang ayah, Asmâ` menikah dengan salah seorang murid ayahnya yang bernama Muhammad bin Abi al-Jawâd yang kemudian menggantikan posisinya pada jabatan sebagai Qadli. Lalu dia juga mengepalai al-Masyîkhah al-Hanafiyyah (Perguruan Madzhab Hanafiy) di negeri Afrika pada tahun 225 H, kemudian meninggalkan jabatan tersebut dan mendapatkan batu ujian dari khalifah ketika itu yang menuduhnya mencuri uang titipan, lantas memenjarakannya.

Manakala sang suami masih berada di dalam penjara, datanglah sang isteri, Asmâ` menghadap Qadli yang baru sembari berkata, "Saya akan membuat suami saya membayar harta yang dia dituduh mencurinya ini untuk dirinya sendiri."
Sang Qadli menjawab, "Jika dia mau mengakui bahwa itu adalah harta tersebut atau sebagai ganti darinya, aku akan melepaskannya."
Namun Ibn Abi al-Jawâd menolak untuk mengakuinya sementara sang Qadli pun enggan melepaskannya.
Setelah tak berapa lama, sang Qadli tersebut pun dipecat sehingga suami Asmâ` ini kembali lagi memangku jabatan tersebut. Sekalipun begitu, dia tidak membuat perhitungan dengan tindakan pendahulunya tersebut terhadap dirinya. Ini adalah suatu sikap yang mulia dan terhormat darinya.
Asmâ` masih tetap diagung-agungkkan dan dibangga-banggakan oleh semua kalangan di komunitas semasa hidupnya hingga beliau wafat pada sekitar tahun 250 H.
By: kang aaf
Sumber Bacaan Terkait :
1. Syahîrât at-Tûnisiyyât karya Hasan Husniy 'Abdul Wahhab, hal.45-47
2. ad-Dîbâj al-Mudzhab Fî Ma'rifah A'yân 'Ulamâ` al-Madzhab karya Ibn Farhûn al-Malikiy, hal.305-306

(Diterjemahkan dari buku Faqîhât 'Alimât karya Muhammad Khair Yusuf, Hal.29-31)


Bukan Ketupat Biasa
Walaupun Lebaran Sudah menjadi tradisi umat islam setelah satu bulan lamanya menjalankan ibadah puasa, namun daya tarik dari moment tersebut banyak sekali menyimpan keunikan salah satunya adalah tradisi membuat ketupat. Pastinya kamu makan ketupat donk. Saatnya makan ketupat. Tradisi ketupat lebaran sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. 
Kenapa ketupat? Kapan tradisi membuat ketupat ini dimulai? Sayangnya, belum ada referensi ilmiah tentang makanan khas ini. Namun, ada yang mengira-ngira, tradisi membuat ketupat sudah ada sejak masuknya Islam ke tanah Jawa, sekitar tahun 1400-an.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHCYf3r7mT_JXnDormGO5t3A3JwKIu5k2CzjzwwErrhBL3sn0B4TjSrInZSStesthg-FKfdbZF17cflIwtevNOMrkucDrsIh0jl6IYwOLwq3kqn0AYPx-Z_QNfl4dwjKsI1CWCIbokryr4/s400/ketupat+gurih+dan+legit.jpg


Dalam bahasa Jawa, ketupat disebut kupat . Kata kupat berasal dari suku kata  ku = ngaku (mengakui) dan    pat  = lepat (kesalahan) . Sehingga ketupat menjadi simbol mengakui kesalahannya. Tradisi ketupat lebaran kiranya dapat dikaitkan dengan peran para wali, terutama walisongo dalam penyebaran Islam di Indonesia. 
Boleh jadi, tradisi kupatan sudah ada pada zaman pra-Islam Nusantara, sebagaimana tradisi selamatan yang juga sudah ada dan berkembang di Indonesia. Namun tradisi kupatan kemudian memperoleh sentuhan baru di zaman penyebaran Islam oleh Walisongo di dalam kerangka untuk menghadirkan tradisi yang akomodatif atau akulturatif di dalam masyarakat Jawa dan Nusantara pada umumnya.
Dari sisi bahasa, kupatan (bahasa Jawa) kiranya berasal dari kata Kaffatan (Bahasa Arab) yang memperoleh perubahan bunyi dalam ucapan Jawa menjadi kupatan. Sama dengan kata barakah (bahasa Arab) menjadi berkat (bahasa Jawa) atau salama (bahasa Arab) menjadi selamet (bahasa Jawa). 
Maka secara istilah, dapat dinyatakan bahwa kupatan adalah simbolisasi dari berakhirnya bulan puasa dan menandai terhadap kesempurnaan atau kaffatan di dalam kehidupan individu dan masyarakat. Jadi tradisi kupatan sebagai penanda terhadap keislaman manusia yang sudah sempurna. 
Sebagaimana di dalam Al-Qur’an disebutkan: 
udkhulu fi al silmi kaffatan, wa la tattabi’u khuthuwat al syaithon, innahu lakum ‘aduww al mubin”. 
Yang artinya kurang lebih “Masuklah kamu sekalian ke dalam Islam secara sempurna dan jangan kamu ikuti jalannya syetan, sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata”.

Dalam gambaran para waliyullah itu, bahwa kupatan adalah simbolisasi seseorang yang sudah memasuki Islam secara sempurna. Indikasinya sebagai berikut:

1. Sudah melaksanakan puasa sebagai tazkiyat al nafs
2. Melaksanakan zakat sebagai tazkiyat al mal 
3. Dan juga hablum min al nas dalam wujud saling silaturrahmi untuk meminta maaf kepada sesama manusia. 
Orang yang seperti ini maka digambarkan sebagai orang yang kaffah, sempurna. Kehidupannya telah memasuki dunia fitrah, suci dalam konsepsi keberagamaan.
Selain itu, ada juga yang bilang, ketupat atau kupat berasal dari kata laku papat . Laku  artinya perbuatan , papat  artinya empat . Kempat perbuatan yang hanya dilakukan pada bulan Ramadhan sampai 1 Syawal itu adalah: puasa Ramadhan, tarawih, zakat, dan salat Ied.
Tradisi menyajikan ketupat pada hari Lebaran, bukan hanya ada di Indonesia. Di Malaysia, Brunai, Singapura, Filipina, juga Kepulauan Cocos (di Australia) ternyata ketupat juga dibuat saat merayakan Lebaran.
By: Abd. Rahman El Barbazy


Keluarga Rasulullah

Istri-istri Nabi
Cucu Nabi
Paman Nabi
By: Kls II A Ts (Murid Ust. Ahmadi)


Buang hajat merupakan rutinitas amaliyah yang sering dilakukan semua orang. Maka dengan Adanya tuntunan dalam masalah buang hajat ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sangat sempurna. Tidak ada yang tersisa dari problematika umat ini, melainkan telah dijelaskan secara gamblang oleh Rasulullah Saw. Tak heran, jika kaum musyrikin pernah terperangah seraya berkata kepada Salman Al-Farisi r.a: “Sungguh Nabi kalian telah mengajarkan segala sesuatu sampai-sampai perkara adab buang hajat sekalipun.”Salman menjawab:“Ya, benar…”(HR. Muslim No. 262).
1. Berdo’a sebelum masuk wc
WC dan yang semisalnya merupakan salah satu tempat yang dihuni oleh setan. Maka sepantasnya seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah Swt. dari kejelekan makhluk tersebut. Oleh karena itu Rasulullah Saw. mengajarkan Do’a ketika akan masuk WC: بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ 
(Dengan menyebut nama Allah) Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan setan laki-laki dan setan perempuan”. (HR. Bukhari no.142 dan Muslim no.375).
2. Mendahulukan kaki kiri ketika masuk wc dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar
Dalam masalah ini tidak terdapat hadits shahih yang secara khusus menyebutkan disukainya mendahulukan kaki kiri ketika hendak masuk WC. Hanya saja terdapat hadits Aisyah, ia berkata:“Rasulullah Saw. menyukai mendahulukan yang kanan pada setiap perkara yang baik”.  Oleh karena itu, beberapa ulama seperti Al-Imam An-Nawawi dalam kitab beliau, Syarhu Shahih Muslim, dan juga Al-Imam Ibnu Daqiqil menyebutkan disukainya seseorang yang masuk WC dengan mendahulukan kaki kiri dan ketika keluar dengan mendahulukan kaki kanan.
3. Tidak membawa sesuatu yang terdapat padanya nama Allah Swt. atau ayat Al-Qur`an kedalam WC
Sesuatu apapun yang terdapat padanya nama Allah Swt, atau terdapat padanya ayat Al-Qur’an, atau terdapat padanya nama yang disandarkan kepada salah satu dari nama Allah Swt. seperti Abdullah, Abdurrahman dan yang lainnya, maka tidak sepantasnya dimasukkan ke tempat buang hajat (WC). Allah Swt. berfirman: “Barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)
Adapun hadits yang sering dipakai dalam masalah ini tentang peletakan cincin Rasulullah Saw. ketika masuk WC merupakan hadits yang dilemahkan para ulama. (Taudhihul Ahkam, 1/324)
4. Berhati-hati dari percikan najis
Tidak berhati-hati dari percikan kencing merupakan salah satu penyebab diadzabnya seseorang di alam kubur. Tetapi perkara ini sering disepelekan oleh kebanyakan orang. Suatu ketika Rasulullah Saw. melewati dua kuburan, seraya Beliau bersabda: “Sungguh dua penghuni kubur ini sedang diadzab. Tidaklah keduanya diadzab melainkan karena menganggap sepele perkara besar. Adapun salah satunya, ia diadzab karena tidak menjaga dirinya dari kencing. Sedangkan yang lainnya, ia diadzab karena suka mengadu domba….” (HR. Al-Bukhari no. 216 dan Muslim no. 292) Dan Rasulullah Saw. telah memperingatkan: “Bersucilah kalian dari kencing. Sungguh kebanyakan (orang) diadzab di alam kubur disebabkan karena kencing.”(HR. Ad-Daraquthni)
5. Tidak menampakkan aurat
Menutup aurat merupakan perkara yang wajib dalam Islam. Oleh karena itu Rasulullah Saw. melarang seseorang dalam keadaan apapun, termasuk ketika buang hajat, untuk menampakkan auratnya di hadapan orang lain. Beliau bersabda: “Apabila dua orang buang hajat, maka hendaklah keduanya saling menutup auratnya dari yang lain dan janganlah keduanya saling berbincang-bincang. Sesungguhnya Allah sangat murka dengan perbuatan tersebut.”(HR. Ahmad dishahihkan Ibnus Sakan, Ibnul Qathan, dan Al-Albani, dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu).
6. Tidak beristinja’ dengan tangan kanan
Rasulullah Saw. melarang beristinja’ dengan tangan kanan sebagaimana sabda Beliau: “Janganlah seseorang diantara kalian memegang kemaluan dengan tangan kanannya ketika sedang kencing dan jangan pula cebok dengan tangan kanan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Qotadah ra). Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan adab (etika yang baik) dan kebersihan, termasuk ketika buang hajat sekalipun.
7. Boleh bersuci dengan batu (Istijmar)
Diantara bentuk kemudahan dari Allah Swt. ialah dibolehkan bagi seseorang untuk bersuci dengan batu (istijmar). Abdullah bin Mas’ud r.a berkata: “Suatu hari Rasulullah Saw. buang hajat, lalu beliau meminta kepadaku tiga batu untuk bersuci.”(HR. Al-Bukhari No. 156). Namun batu yang dipakai harus berjumlah ganjil dengan jumlah minimal tiga batu sebagaimana dinyatakan Salman Al-Farisi r.a: “Rasulullah Saw. melarang bersuci (istijmar) kurang dari tiga batu.” (HR. Muslim). Juga hadits dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Saw. bersabda: “Jika kalian bersuci dengan batu (istijmar), maka hendaklah dengan bilangan ganjil.” (HR. Muslim). Para ulama menyebutkan kriteria batu yang dipakai adalah batu yang suci lagi kering. Tidak boleh jika batu tersebut dalam keadaan basah.
8. Larangan beristinja’ dengan tulang dan kotoran binatang
Rasulullah Saw. melarang beristinja’ dengan tulang atau kotoran binatang, disamping keduanya merupakan benda yang tidak dapat menyucikan. Jabir bin Abdillah r.a berkata: “Rasulullah Saw. telah melarang beristinja’ dengan tulang dan kotoran binatang.” (HR. Muslim). Rasulullah Saw. menyebutkan hikmah pelarangan beristinja’ dengan tulang sebagaimana disebutkan dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Saw. bersabda: “Tulang adalah makanan saudara kalian dari kalangan jin.”(HR. Al-Bukhari)
9. Tidak menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang hajat
Para ulama berbeda pendapat dalam permasalahan ini. Sebagian ulama berpendapat dilarangnya buang hajat dengan menghadap atau membelakangi kiblat secara mutlak, baik di tempat terbuka maupun di tempat tertutup. Inilah pendapat Ibnu Taimiyyah, Asy-Syaukani, Asy-Syaikh Al-Albani dan yang lainnya. Berdalil dengan hadits dari Abu Ayyub Al-Anshari ra, Rasulullah Saw. bersabda: “Apabila seseorang dari kalian buang hajat, maka janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya. Akan tetapi hendaknya ia menyamping dari arah kiblat.”(HR. Al-Bukhari No. 394 dan Muslim No. 264). Sebagian ulama lain berpendapat bahwa larangan buang hajat dengan menghadap kiblat adalah apabila di tempat terbuka. Namun jika di tempat tertutup, maka dibolehkan menghadap kiblat. Dalil yang menunjukkan bolehnya perkara tersebut adalah hadits dari Ibnu Umar r.a, ia berkata: “Aku pernah menaiki rumah saudariku Hafshah (salah satu istri Rasulullah Saw.) untuk suatu kepentingan. Maka aku melihat Rasulullah Saw. sedang buang hajat dengan menghadap ke arah negeri Syam dan membelakangi Ka’bah.”(HR. Al-Bukhari No. 148 dan Muslim No. 266). Namun dalam rangka berhati-hati, sebaiknya tidak menghadap kiblat ketika buang hajat walaupun di tempat tertutup. Hal ini disebabkan karena perbedaan pendapat yang sangat kuat diantara para ulama dalam masalah ini.
10. Berdo’a setelah keluar WC
Rasulullah Saw. mengajarkan do’a yang dibaca ketika keluar dari tempat buang hajat. Aisyah berkata: “Bahwasanya Rasulullah Saw. jika keluar dari tempat buang hajat membaca do’a: غُفْرَانَك (Aku memohon pengampunanmu).”(HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan dishahihkan Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil No. 52). Al-Imam Abu Hatim Ar-Razi berkata: “Hadits yang paling shahih tentang masalah ini adalah hadits Aisyah (yang telah disebutkan diatas).” (Taudhihul Ahkam, 1/352).
Inilah beberapa perkara yang perlu dicermati oleh setiap muslim lebih-lebih kita sebagai santri yang yang berilmu dan berakhlaq mulia. Sungguh tidak layak bagi kita semua menganggap hal ini sebagai perkara yang sepele. Wallahu A’lam.
Sumber: dinukil dari Darussalaf (Tuntunan Syariat Dalam Masalah Buang Hajat)
By: Rofi’I El-Ponty





AMINAH IBUNDA RASULULLAH
Seorang wanita berhati mulia, pemimpin para ibu. Seorang ibu yang telah menganugerahkan anak tunggal yang mulia pembawa risalah yang lurus dan kekal, rasul yang bijak pembawa hidayah. Dialah Aminah binti Wahb. Ibu dari Muhammad bin Abdullah yang diutus Allah sebagai rahmat seluruh alam. Cukuplah baginya kemuliaan dan kebanggaan yang tidak dapat dipungkiri, bahwa Allah azza wa jalla memilihnya sebagai ibu seorang rasul mulia dan nabi yang terakhir.
Muhammad puteranya berkata tentang nasabnya. "Allah telah memilih aku dari Kinanah, dan memilih Kinanah dari suku Quraisy bangsa Arab. Aku berasal dari keturunan orang-orang yang baik, dari orang-orang yang baik, dari orang-orang yang baik. "Dengarlah sabdanya lagi, "Allah memindahkan aku dari sulbi-sulbi yang baik ke rahim-rahim yang suci secara terpilih dan terdidik. Tidak bercabang dua, melainkan aku di bahagian yang terbaik."
Aminah bukan cuma ibu seorang rasul atau nabi, tetapi juga wanita pengukir sejarah. Karena risalah yang dibawa putera tunggalnya sempurna, benar dan kekal sepanjang zaman. Suatu risalah yang bermaslahat bagi ummat manusia. Berkatalah Ibnu Ishaq tentang Aminah binti Wahb ini. "Pada waktu itu ia merupakan gadis yang termulia nasab dan kedudukannya di kalangan suku Quraisy."
Menurut penilaian Dr. Bint Syaati tentang Aminah ibu Muhammad yaitu, "Masa kecilnya dimulai dari lingkungan paling mulia, dan asal keturunannya pun paling baik. Ia (Aminah) memiliki kebaikan nasab dan ketinggian asal keturunan yang dibanggakan dalam masyarakat aristokrasi (bangsawan) yang sangat membanggakan kemuliaan nenek moyang dan keturunannya."
Aminah binti Wahb merupakan bunga yang indah di kalangan Quraisy serta menjadi puteri dari pemimpin bani Zuhrah. Pergaulannya senantiasa dalam penjagaan dan tertutup dari pandangan mata. Terlindung dari pergaulan bebas sehingga sukar untuk dapat mengetahui jelas penampilannya atau gambaran fisiknya. Para sejarawan hampir tidak mengetahui kehidupannya kecuali sebagai gadis Quraisy yang paling mulia nasab dan kedudukannya di kalangan Quraisy.
Meski tersembunyi, baunya yang harum semerbak keluar dari rumah bani Zuhrah dan menyebar ke segala penjuru Makkah. Bau harumnya membangkitkan harapan mulia dalam jiwa para pemudanya yang menjauhi wanita-wanita lain yang terpandang dan dibicarakan orang.
Allah memilih Aminah "Si Bunga Quraisy" sebagai isteri Abdullah bin Abdul Muthalib di antara gadis lain yang cantik dan suci. Banyak gadis yang meminang Abdullah sebagai suaminya seperti Ruqaiyah binti Naufal, Fatimah binti Murr, Laila al Adawiyah, dan masih ramai wanita lain yang telah meminang Abdullah.
Ibnu Ishaq menuturkan tentang Abdul Muthalib yang membimbing tangan Abdullah anaknya setelah menebusnya dari penyembelihan. Lalu membawanya kepada Wahb bin Abdu Manaf bin Zuhrah - yang saat itu sebagai pemimpin bani Zuhrah - untuk dinikahkan dengan Aminah. Abdullah adalah pemuda paling tampan di Makkah. Paling memukau dan paling terkenal di Makkah. Tak heran, jika ketika ia meminang Aminah, ramai wanita Makkah yang patah hati."
Cahaya yang semula memancar di dahi Abdullah kini berpindah ke Aminah, padahal cahaya itulah yang membuat wanita-wanita Quraisy rela menawarkan diri sebagai calon isteri Abdullah. Setelah berhasil menikahi Aminah, Abdullah pernah bertanya kepada Ruqaiyah mengapa tidak menawarkan diri lagi sebagai suaminya. Apa jawab Ruqayah, "Cahaya yang ada padamu dulu telah meninggalkanmu, dan kini aku tidak memerlukanmu lagi."
Fatimah binti Murr yang ditanyai juga berkata, "Hai Abdullah, aku bukan seorang wanita jahat, tetapi aku melihat cahaya di wajahmu, karena itu aku ingin memilikimu. Namun Allah tak mengizinkan kecuali memberikannya kepada orang yang dikehendakiNya." Jawaban serupa juga disampaikan oleh Laila al Adawiyah. "Dulu aku melihat cahaya bersinar di antara kedua matamu karena itu aku mengharapkanmu. Namun engkau menolak. Kini engkau telah mengahwini Aminah, dan cahaya itu telah lenyap darimu." 
Memang "cahaya" itu telah berpindah dari Abdullah kepada Aminah. Cahaya ini setelah berpindah-pindah dari sulbi-sulbi dan rahim-rahim lalu menetap pada Aminah yang melahirkan Nabi Muhammad SAW. Bagi Muhammad merupakan hasil dari doa Ibrahim bapanya. Kelahirannya sebagai khabar gembira dari Isa saudaranya, dan merupakan hasil mimpi dari Aminah ibunya. Aminah pernah bermimpi seakan-akan sebuah cahaya keluar darinya menyinari istana-istana Syam. Dari suara ghaib ia mendengar, "Engkau sedang mengandung pemimpin ummat."
Masyarakat di Makkah selalu membicarakan, kedatangan nabi yang ditunggu-tunggu sudah semakin dekat. Para pendita Yahudi dan Nasrani, serta peramal-peramal Arab, selalu membicarakannya. Dan Allah telah mengabulkan doa Ibrahim as. seperti disebutkan dalam Surah al Baqarah ayat 129.
"Ya Tuhan kami. Utuslah bagi mereka seorang rasul dari kalangan mereka."
Dan terwujudlah khabar gembira dari Isa as. seperti tersebut dalam Surah as Shaff ayat 6. "Dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, namanya Ahmad (Muhammad).
Benar pulalah tentang ramalan mimpi Aminah tentang cahaya yang keluar dari dirinya serta menerangi istana-istana Syam itu." Pemimpin Para IbuAminah adalah pemimpin para ibu, karena ia ibu Nabi Muhammad yang dipilih Allah sebagai rasul pembawa risalah untuk ummat manusia hingga akhir zaman. Muhammad-lah penyeru kebenaran dan keadilan serta kebaikan berupa agama Islam.
"Dan barangsiapa memilih agama selain Islam, maka tiadalah diterima (agama itu) darinya. Dan di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (Ali Imran: 85)
Saat menjelang wafatnya, Aminah berkata: "Setiap yang hidup pasti mati, dan setiap yang baru pasti usang. Setiap orang yang tua akan binasa. Aku pun akan wafat tapi sebutanku akan kekal. Aku telah meninggalkan kebaikan dan melahirkan seorang bayi yang suci."  Diriwayatkan oleh Aisyah beliau berkata, "Rasulullah SAW memimpin kami dalam melaksanakan haji wada'. Kemudian baginda lalu dekat kubur ibunya sambil menangis sedih. Maka aku pun ikut menangis karena tangisnya."
Betapa harumnya nama Aminah, dan betapa kekalnya namanya nan abadi. Seorang ibu yang luhur dan agung sebagai ibu Muhammad manusia paling utama di dunia, paling sempurna di antara para nabi, dan sebagai rasul yang mulia. Aminah binti Wahb adalah ibu kandung rasul yang mulia. Semoga Allah memberkahinya.
By: Kang Aaf

Seven Miracle in the World
(7 Keajaiban Dunia)

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Keajaiban Dunia”, Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan Tujuh Keajaiban Dunia saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi sebagai berikut :
1.      Piramida
2.      Taj Mahal
3.      Tembok Besar Cina
4.      Menara Pisa
5.      Kuil Angkor
6.      Menara Eiffel
7.      Kuil Parthenon
Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjaan nya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya. Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya keajaiban itu”. Sang guru berkata,”Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya”. Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir, Tujuh Keajaiban Dunia” itu adalah :
1.      Bisa melihat
2.      Bisa mendengar
3.      Bisa menyentuh
4.      Bisa menyayangi
5.      Bisa merasakan
6.      Bisa tertawa dan
7.      Bisa mencintai
Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”, Sementara kita lihat lagi semua yang telah Allah Swt. karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai “biasa”.
By: Kelas III Tsanawiyah


Bulan Syawal Bulan Galau, Kenapa…?
Syawal adalah bulan sakral bagi seluruh umat islam namun juga menjadi bulan galau bagi para santri, kenapa…? Karena di bulan syawal inilah para santri harus rela melepas masa liburannya, setelah dua bulan berlibur, tanggal 15 adalah tanggal umum bagi santri untuk galau tak terkecuali PPSMCH sendiri, syawal selain bulan galau bagi santri juga bulan penerimaan santri baru bagi setiap pesantren.
Di PPSMCH sendiri untuk santri baru setiap tahunnya mengalami  peningkatan yang signifikan, dan peningkatan ini mampu  di tinjau dari aktivitas sehari-hari di ma’hadiyah.
Anggap saja Musolla PPSMCH untuk tahun ini para jamaah sholat mencapai sof paling akhir, serta kegiatan-kegiatan  di musollapun kekurangan tempat untuk menampung santri yang membludak di pesantren syaichona moh. Cholil tahun ini.
Sepertinya para takmir musolla pun mengalami kesulitan untuk  mengatur santri yang berada di musolla karena begitu banyaknya santri baru yang masih perlu di didik agar tidak bergurau di musolla serta menempati  sof yang masih kosong maka dari itu untuk bulan syawal ini para santri memang terjangkit virus galau serius.
Bagi yang sudah lama mereka  galau karena ruh mereka masih belum menyatu dengan pesantren yang di pikirkan hanyalah rumah  tempat mereka berlibur selama dua bulan lamanya, bagi yang baru mereka galau karena mereka harus  pindah dari rumah ke pesantren  untuk bertemu dengan hal-hal baru,  dan sekarang galau semakin parah karena para santri harus galau dengan perpindahan daerah secara masal dan sof musolla yang sudah gak muat lagi.
Mengingat  tahun ini musolla sudah berhasil di kuasai penuh oleh para satri bagaimana tahun depan?, maka dari semoga saja pesantren kita terus berkembang pesat sesuai kebutuhan. Amin.
By: Kang Aaf 


24 Tips Menempuh Kehidupan
1.       Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
2.       Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.
3.       Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
4.       Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.
5.       Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
6.       Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.
7.       Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
8.       Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itupula.
9.       Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.
10.   Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
11.   Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
12.   Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
13.   Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
14.   Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
15.   Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika da masih tetap peduli padanya.
16.   Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.
17.   Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.
18.   Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.
19.   Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.
20.   Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
21.   Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
22.   Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.
23.   Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.
24.   Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.
By: Agus Sholeh/DN


Lidah Ibadah LIDAH BEDEBAH
Lidah adalah indera perasa untuk mengecap rasa, yang dengannya seseorang memiliki kemampuan untuk membedakan aneka ragam rasa, rasa  pahit dan manis, asin dan getir dan lain sebagainya. Ia merupakan bagian anggota tubuh yang sangat lembut dan selalu basah dan lembab. Kondisi yang lembab dan basah ini memang sangat dibutuhkan oleh lidah, sebab ia tidak akan mampu  menjalankan fungsinya dengan baik jika tidak berada dalam suasana yang lembab dan basah (kering), oleh karena itulah Allah meletakkan lidah dibagian dalam yang mendapatkan perlindungan dari mulut dan gigi dari ancaman luar dan selalu basah dengan air liur.
Lidah bagi manusia tidak semata-mata sebagai alat (indera) perasa yang dengannya seseorang dapat membedakan aneka ragam rasa, akan tetapi lebih dari itu, lidah juga berfungsi sebagai alat kumunikasi (berbicara) dengan baik, dengan kemampuan untuk berbicara inilah manusia dapat menjalin interaksi (hubungan) dengan orang lain tanpa mengalami hambatan. Karena itulah dalam konsepsi islam lidah merupakan bagian yang paling penting setelah hati. Ia adalah penyambung dan juru bicara apa yang terdapat dalam hati seseorang.
Lidah juga dapat menjadi sumber segala kebaikan (kemaslahatan) bagi hidup manusia, yakni lidah yang dipergunakan untuk berkata (bercakap) yang baik, lidah yang difungsikan untuk saling memberikan nasehat, saling ingat mengingatkan pada jalan ketaatan. Sebaliknya lidah juga dapat menjadi sumber malapetaka dan kebinasaan bagi hidup dan kehidupan umat manusia, jika lidah itu dipergunakan untuk mengatakan perkataan yang keji, menebarkan gossip dan fitnah, mengunjing dan lain sebagainya.
Rasulullah s.a.w telah mengingatkan kepada umatnya agar berhati-hati dalam memfungsikan lidahnya, serta hendaknya seseorang menjaga agar lidah dan apa yang keluar darinya, tidak membawa dan menimbulkan pertikaiyan dan menyulutkan permusuhan, sehinga berakibat munculnya  bencana dan petaka bagi hidup dan kehidupan manusia. Baginda s.a.w  bersabda dalam hal ini: “Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia bercakap hanya perkara yang baik atau diam”[1]
Dalam riwayat lain, Rasulullah s.a.w juga bersabda: “Barang siapa yang banyak bicara, niscaya banyak kesalahanya, barang siapa banyak kesalhanya niscaya banyak dosanya, dan barang siapa banyak dosanya, maka nerakalah yang lebih utama baginya”
Dan Islam pun beranggapan bahwa sifat orang islam yang paling baik adalah orang yang mampu mememberikan perasaan nyaman dan keselamatan bagi orang lain dari keserakahan tangan dan tajamnya perkataan. Bukhari Muslim meriwayatakan hadist yang berasal daripada Abdullah bin Amru bin al-As r.a katanya: “Pernah pada suatu ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah s.a.w: “Apakah sifat orang Islam yang paling baik?” Rasulullah s.a.w bersabda:“Seseorang yang menyelamatkan orang-orang Islam dengan lidah dan tangannya”.
By: Kang Aaf

Zainab binti Jahsy -radhiallaahu 'anha-
Dia adalah Ummul mukminin, Zainab binti Jahsy bin Rabab bin Ya'mar. Ibu beliau bernama Ummyah Binti Muthallib, Paman dari paman Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam . Pada mulanya nama beliau adalah Barra', namun tatkala diperistri oleh Rasulullah, beliau diganti namanya dengan Zainab.
Tatkala Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam melamarnya untuk budak beliau yakni Zaid bin Haritsah (kekasih Rasulullah dan anak angkatnya), maka Zainab dan juga keluarganya tidak berkenan. Rasulullah bersabda kepada Zainab, "Aku rela Zaid menjadi suamimu". Maka Zainab berkata: "Wahai Rasulullah akan tetapi aku tidak berkenan jika dia menjadi suamiku, aku adalah wanita terpandang pada kaumku dan putri pamanmu, maka aku tidak mau melaksanakannya. Maka turunlah firman Allah (artinya): "Dan Tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan–urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". (Al-Ahzab:36).
Akhirnya Zainab mau menikah dengan Zaid karena ta'at kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, konsekuensi dengan landasan Islam yaitu tidak ada kelebihan antara orang yang satu dengan orang yang lain melainkan dengan takwa.
Akan tetapi kehidupan rumah tangga tersebut tidak harmonis, ketidak cocokan mewarnai rumah tangga yang terwujud karena perintah Allah yang bertujuan untuk menghapus kebiasaan-kebiasaan dan hukum-hukum jahiliyah dalam perkawinan.
Tatkala Zaid merasakan betapa sulitnya hidup berdampingan dengan Zainab, beliau mendatangi Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam mengadukan problem yang dihadapi dengan memohon izin kepada Rasulullah untuk menceraikannya. Namun beliau bersabda: "Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah".
Padahal beliau mengetahui betul bahwa perceraian pasti terjadi dan Allah kelak akan memerintahkan kepada beliau untuk menikahi Zainab untuk merombak kebiasaan jahiliyah yang mengharamkan menikahi istri Zaid sebagaimana anak kandung. Hanya saja Rasulullah tidak memberitahukan kepadanya ataupun kepada yang lain sebagaimana tuntunan Syar'i karena beliau khawatir, manusia lebih-lebih orang-orang musyrik, akan berkata bahwa Muhammad menikahi bekas istri anaknya. Maka Allah 'Azza wajalla menurunkan ayat-Nya: "Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya:"Pertahankanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih kamu takuti. Maka tatkala Zaid yang telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk mengawini ( istri-istri anak-anak angkat itu ) apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi". (Al-Ahzab:37).
Al-Wâqidiy dan yang lain menyebutkan bahwa ayat ini turun manakala Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam berbincang-bincang dengan 'Aisyah tiba-tiba beliau pingsan. Setelah bangun, beliau tersenyum seraya bersabda:"Siapakah yang hendak memberikan kabar gembira kepada Zainab?", Kemudian beliau membaca ayat tersebut. Maka berangkatlah seorang pemberi kabar gembira kepada Zainab untuk memberikan kabar kepadanya, ada yang mengatakan bahwa Salma pembantu Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam yang membawa kabar gembira tersebut. Ada pula yang mengatakan bahwa yang membawa kabar gembira tersebut adalah Zaid sendiri. Ketika itu, beliau langsung membuang apa yang ada di tangannya kemudian sujud syukur kepada Allah.
Begitulah, Allah Subhanahu menikahkan Zainab radliallâhu 'anha dengan Nabi-Nya melalui ayat-Nya tanpa wali dan tanpa saksi sehingga ini menjadi kebanggaan Zainab dihadapan Ummahatul Mukminin yang lain. Beliau berkata:"Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian akan tetapi aku dinikahkan oleh Allah dari atas 'Arsy-Nya". Dan dalam riwayat lain,"Allah telah menikahkanku di langit". Dalam riwayat lain,"Allah menikahkan ku dari langit yang ketujuh". Dan dalam sebagian riwayat lain,"Aku labih mulia dari kalian dalam hal wali dan yang paling mulia dalam hal wakil; kalian dinikahkan oleh orang tua kalian sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari langit yang ketujuh".
Zainab radliallâhu 'anha adalah seorang wanita shalihah, bertakwa dan tulus imannya, hal itu ditanyakan sendiri oleh sayyidah 'Aisyah radliallâhu 'anha tatkala berkata:"Aku tidak lihat seorangpun yang lebih baik dari Zainab, lebih bertakwa kepada Allah dan paling jujur perkataannya, paling banyak menyambung silaturrahmi dan paling banyak shadaqah, paling bersungguh-sungguh dalam beramal dengan jalan shadaqah dan taqarrub kepada Allah 'Azza wa Jalla".
Beliau radliallâhu 'anha adalah seorang wanita yang mulia dan baik. Beliau bekerja dengan kedua tangannya, beliau menyamak kulit dan menyedekahkannya di jalan Allah, yakni beliau bagi-bagikan kepada orang-orang miskin. Tatkala 'Aisyah mendengar berita wafatnya Zainab, beliau berkata:"Telah pergi wanita yang mulia dan rajin beribadah, menyantuni para yatim dan para janda". Kemudian beliau berkata: "Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam bersabda kepada para istrinya: 'Orang yang paling cepat menyusulku diantara kalian adalah yang paling panjang tangannya…' ".
Maka apabila kami berkumpul sepeninggal beliau, kami mengukur tangan kami di dinding untuk mengetahui siapakah yang paling panjang tangannya di antara kami. Hal itu kami lakukan terus hingga wafatnya Zainab binti Jahsy, kami tidak mendapatkan yang paling panjang tangannya di antara kami. Maka ketika itu barulah kami mengetahui bahwa yang di maksud dengan panjang tangan adalah sedekah. Adapun Zainab bekerja dengan tangannya menyamak kulit kemudian dia sedekahkan di jalan Allah.
Ajal menjemput beliau pada tahun 20 hijriyah pada saat berumur 53 tahun. Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab turut menyalatkan beliau. Penduduk Madinah turut mengantar jenazah Ummul Mukminin, Zainab binti Jahsy hingga ke Baqi'. Beliau adalah istri Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam yang pertama kali wafat setelah wafatnya Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam, semoga Allah merahmati wanita yang paling mulia dalam hal wali dan wakil, dan yang paling panjang tangannya.
By: Qudsiyah

Tentang Sikap Bakhil
Kebakhilan adalah pintu yang terkunci sehingga jiwamu semakin kuyu layu karena tak mampu menerima cahaya mentari. Kebakhilan adalah sikap kikir, pelit yang membeli-belit urat kedermawanan dan menempatkan dirimu menjadi binatang yang bersembunyi di balik awan gemawan, tidak menjadi panduan para kafilah, tidak mempesonakan jiwa para pujangga. Berlindunglah kepada Ilahi dari sifat bakhil yang menyesatkan. Engkau akan terpelanting dari kumpulan saudaramu dan tidak memperoleh apapun kecuali kesepian!

Tentang Utang
Kesengsaraan paling nista adalah terbelitnya seseorang karena utang. Harga dirinya digerogoti, dan ketika dia tak mau membayarnya, dia terusir dari singgasananya dengan hanya membawa rasa pedih.
Kesukaran hidup karena belitan utang bagaikan menempuh jalan yang menyibak semak belukar yang penuh duri, melintasi hutan dengan penuh lelah dan meninggalkan bekas luka yang perih.
Berlindunglah kapada Ilahi dari utang betatapun jumlah sedikit. Karena, dia akan melilitmu bagaikan ular sanca yang menekan perlahan, tetapi mematikan. Belitan utang harta memeras seluruh waktumu yang berharga dan engkau tak mampu menikmati harumnya bunga-bunga. Jiwa orang yang terutang telah tergadai dan menjadi budak para majikannya. Harga diri orang yang berutang adalah debu-debu yang mudah berterbangan karena sepoi angin sekalipun.
By: Kang Aaf

3 ANAK TIDAK BERBAKTI


Suatu hari seorang sahabat pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

Ketika dia sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata sang sahabat tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong. Lalu sang sahabat mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara.

Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Apapun keinginan Anak saya, saya usahakan agar terpenuhi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu Sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yg mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya.Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.
Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit2an.

Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain.Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita didalamnya,tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.

Sejak itu sang sahabat selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa. Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali sang sahabat membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita. Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ? Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.
Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.
By: Rony


Adakah Yang Lebih Patut Menjadi Idola Selain Nabi Muhammad SAW?

Semua manusia pasti selalu merasa memilki kekurangan. Oleh karena itu, banyak orang mengidolakan sesuatu karena mereka melihat kelebihan dari idolanya itu. Kelebihan itu bisa berupa kecantikan, kekayaan, ketampanan, kepandaian, dan lain sebagainya. Mereka berharap bisa menjadi seperti orang yang diidolakannya, dengan mengikuti perilakunya, gaya hidupnya, bahkan penampilannya. Jika mereka memperoleh berita yang tidak menyenangkan tentang keburukan idolanya, mereka hanya mengelak dengan mengatakan bahwa itu gosip yang belum pasti kebenarannya.
Bagaimana dengan mengidolakan Rasulullah? Rasulullah, adalah tokoh yang segala sisi kehidupannya telah diriwayatkan, bahkan hal yang sangat privasi sekalipun, dimana banyak hal yang sangat pantas dijadikan teladan. Allah pun memujinya dalam surat Al Qalam ayat 4,sebagai berikut “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. Jadi sangatlah pantas kita mengidolakan orang yang Allah pun telah memujinya.
Namun realita saat ini sangat menyedihkan. Dapat kita lihat program-program televisi yang menayangkan pertemuan fans dengan idolanya, dimana mereka begitu mengagung-agungkan idolanya, rela melakukan hal apa saja untuk dapat bertemu dengan idolanya, bahkan meniru gaya penampilannya. Bagaimana dengan mengingat Allah dan Rasul-Nya? Mereka lebih mengikuti seruan idolanya dan mengesampingkan seruan Allah dan RasulNya. Salah satu contohnya adalah menunda sholat saat adzan tiba, demi mengikuti tayangan televisi yang sedang menayangkan idolanya, menghambur-hamburkan uang untuk menonton konser musik, membeli barang-barang untuk meniru tokoh idolanya, bahkan sampai mengikuti gaya hidupnya. Bagaimana dengan berdzikir, beribadah, bershalawat, mengikuti kajian-kajian, bersedekah? Jangan berfikir mereka yang diidolakan itu akan dapat menolong di hari kiamat kelak, seperti dalam surat Al-Baqarah ayat 166-167 sebagai berikut, “(Yaitu ) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: ”Seandainya kami dapat kembali ( ke dunia ), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana ( pada hari ini ) mereka berlepas diri dari kami…”. Beda halnya dengan Rasulullah yang merupakan orang yang telah dijamin masuk surga.
Sangat memalukan saat umat Islam ditanya siapakah idolanya, dan jawabannya bukanlah Rasulullah SAW. Sedangkan diluar sana, banyak orang-orang non-muslim yang telah mengidolakan Rasulullah dan mengakui kehebatannya. Contohnya adalah Michael H. Hart yang telah menulis buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah, dimana dia telah menjadikan Rasulullah sebagai tokoh nomer satu mengungguli Isaac Newton (1642-1727), Nabi Isa (6 SM-30 M), Buddha (563-483 SM), Kong Hu-Chu (551-479 SM), dan tokoh-tokoh dunia lainnya. Beberapa tokoh non-muslim lain yang mengidolakan Rasulullah adalah kaisar terbesar Prancis, Napoleon Bonparte (1769-1821), ia mengidolakan kehebatan Rasulullah SAW, sebagai seorang Panglima Perang. Demikian pula Johan Wolfgang von Goethe (1749-1832), pujangga kenamaan asal Jerman, ia mengidolakan Rasulullah SAW, karena kemuliaan akhlaknya. Juga ilmuwan sekaliber Annemarie Schimmel (1922-2003), ia mengidolakan Rasulullah karena kesalehannya. Bahkan orang-orang Quraisy jaman dahulupun mengakui akhlak beliau yang sangat jujur, terbukti dengan banyaknya orang-orang yang menitipkan barang kepada beliau saat berpergian.
Ada banyak alasan mengapa Rasulullah pantas dijadikan idola.
Pertama, mengidolakan Rasulullah adalah wajib bagi umat Islam, karena merupakan rukun iman yang keempat. Allah-pun berjanji untuk mempertemukannya di akhirat kelak, dimana Rasulullah telah dijamin masuk surga, seperti dalam surat An-Nisa’ ayat 69 sebagai berikut“Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
Alasan lainnya Rasulullah manusia paling sempurna, dalam sisi manapun; Fisik dan kejiwaan, mental dan spiritual, fikir dan dzikir. Dari segi fisik beliau sangat ganteng, badannya atletis, proposional, tegap, harum. Dari segi intelektual, pemikirannya hebat, keputusannya akurat, strateginya brilian, dan ahli bidang bisnis maupun pemerintahan. Dari segi akhlak, beliau adalah manusia paling dermawan, penyabar, ahli syukur, pemaaf, ahli ibadah, sampai kakinya bengkak karena lama mendirikan sholat. Ali bin Abu Thalib ra, bercerita “Akhlak Rasulullah SAW, mudah dicontoh, ramah, tidak kasar, tidak keras, tidak suka menyindir, tidak berkata kotor, tidak suka mencela, tidak suka main-main, dan cepat melupakan apa yang tidak disukainya. Siapa saja yang mengharapkannya, tidak pernah putus harapan kepadanya. Beliau tidak suka mengecewakan. Beliau meninggalkan tiga hal untuk manusia, yaitu beliau tidak pernah mencela seseorang dan tidak pernah menghinanya, tidak pernah membuka rahasia seseorang, dan tidak berbicara kecuali dalam hal-hal yang mendatangkan pahala. Jika beliau berbicara, pendengarnya diam dan tenang, jika beliau diam, barulah mereka berbicara. Mereka tidak pernah bersilat lidah di sisi beliau. Beliau tertawa pada hal yang membuat mereka tertawa dan beliau bersabar terhadap orang asing atas kekasaran pembicaraan dan permintaannya, walau para sahabatnya menjawab dengan kasar pula. Beliau bersabda, Jika kalian melihat orang yang memerlukan bantuan, bantulah. Jangan menerima pujian kecuali dari hal yang pantas dan jangan memotong pembicaraan seseorang sampai ia mengizinkan”(HR. Ath Thabrani).
Cerita lainnya adalah kemuliaan beliau yang sering dilempari kotoran oleh orang yang membencinya, tetapi Rasulullah membalasnya dengan mendo’akan kebaikan untuknya. Rasulullah sangat menyayangi umatnya, bahkan saat menjelang ajalnya, yang beliau ingat hanyalah berdoa untuk umatnya, yaitu dengan mengucapkan “ummati, ummati, ummati” Begitu banyak hal yang patut dijadikan alasan untuk menjadikan Rasulullah sebagai idola. Namun, tidak hanya dibibir saja menjadikan Rasulullah sebagai idola, kita harus dapat menjadikannya contoh dalam berperilaku sehari-hari. Kita dapat mengetahuinya melalui buku-buku shiroh Rasulullah. Banyak orang Islam mengaku mengidolakan Rasulullah tetapi masih berperilaku kasar, suka marah-marah, tidak sabar, dan lain sebagainya. Sebaiknya hal ini bisa dijadikan introspeksi diri dan motivasi kita untuk selalu memperbaiki tingkah laku dan akhlak kita dengan meneladani Rasulullah Saw.

Oleh: M. Rofi’i
“Mahasiswa STAIS Bangkalan, PBA V”


Rahasia Wanita Sebagai Sang Penguji
Guys… gak apa-apa kan kalo posting ini diambil sedikit dari salah satu  Jurus Rahasia Memahami Hati Cewek. Boleh komentar apa saja kalo memang gak suka, ga setuju… kita semua adalah orang merdeka… ok? okey then..
a. Jangan Percaya Omongan Cewek!
Bung, saya yakin kamu sering mendengar cewek berkata seperti ini:  “Aku pengen punya pacar yang kayak Ariel Peter Pan, udah keren, jago nyanyi lagi…”
Atau, “Aku butuh cowok yang kuat, jadi kalo ada apa-apa denganku dia bisa melindungi aku.”
Atau, “Tolong, aku sedang sedih, aku pengen punya pacar yang bisa menghiburku
Jangan percaya dengan semua kriteria ideal tersebut. Sebab itu hanya impian. Seperti kita para cowok yang juga bermimpi, kita tak mungkin bisa mendapatkan Nikita Willy, sebab dia sudah punya pacar, hahahaha. Enggak…enggak, maksudnya, cewek impian adalah satu hal, tapi kenyataan adalah lain hal. Manusia adalah mahluk rasional yang selalu menimbang untung rugi dan segala kemungkinan dalam mendapatkan apa yang diinginkan.  Jika tak dapat yang nomor satu, nomor dua pun jadilah. Tak ada rotan, tali rafia pun boleh.
Berita bagus bukan?,  Kamu tak perlu jadi Ariel Peterpan, tak perlu jadi Anjasmara, tak perlu seganteng andika pratama, atau sekekar Mr. Arnold. Gak perlu maksain diri, Bung. Cukuplah dengan belajar memaksimalkan apa-apa yang kamu punya selama ini.  Semuanya bisa kamu manfaatin buat menarik perhatian cewek. Gimana nantinya, sabar ya… .
Sekarang, mari kita mencari tahu apa dan bagaimana cewek itu.

b. Cewek adalah mahluk yang haus perhatian
Belum pernah dengar tentang hal ini? Nah, cewek adalah mahluk yang sebenarnya secara alami selalu menarik perhatian. Sebab mereka memiliki keindahan yang…ehm. Tanpa berdandan pun sebenarnya mereka selalu menarik dan menjadi pusat perhatian.
Tapi kepuasan perhatian orang lain terhadap dirinya akan selalu berkurang dan berkurang sampai akhirnya si cewek tidak lagi mendapatkan kepuasan dari perhatian-perhatian yang sudah ada. Mereka tidak lagi mendapatkan kepuasan dari keluarga, maka mereka ke luar rumah dan mencari perhatian dengan teman cowok satu sekolah. Lama kelamaan mereka juga menjadi bosan dengan hal ini. Lalu mereka mencari perhatian kepada cowok-cowok di lingkungan yang lebih besar. Begitu seterusnya.
Ini yang terjadi dengan cewek cakep dan ngetop. Mereka adalah Attention Junkies!
Bayangkan kejadiannya seperti ini, ketika cewek dilahirkan, dia memiliki wajah yang imut, cantik. Orang-orang yang menengok dia di rumah sakit akan berkata, “Duuh…manisnya. matanya indah, seperti mata ibunya…” Lalu ketika dia sekolah di TK, “Aduuh…lucunya. Siapa namanya anak manis ini?” Dan ketika di SD, teman-teman cewek satu sekolahnya akan mulai mencubiti pipinya yang putih itu dan berkata iri, “Kamu kok cantik sih?” Ketika di SMP, para cowok mulai bertaruh siapa yang akan mendapatkan cewek manis anak kelas satu itu. “Aku taruhan dengan jajanku sebulan. Aku bisa nge-dapetin anak kelas satu yang cakep itu…” Terus dan terus. Begitu yang terjadi. Bisa dipahami posisi cewek cakep ini? Salalu menjadi pusat perhatian, selalu menjadi rebutan para cowok.
Ketika dia mulai membutuhkan ‘teman dekat’ dari lawan jenis dia akan kebingungan. Bagitu banyak cowok yang menawarkan diri. Sementara jika dia memilih salah satu, dia akan kehilangan semua perhatian yang dia dapatkan selama ini. Dia akan kehilangan semuanya kecuali satu, dari calon pacarnya. Karena itu dia selalu mencari cara untuk mendapatkan semua perhatian yang akan hilang itu dengan jumlah yang sama dari seorang cowok. Mungkin jumlahnya tak mungkin sama, tapi kualitasnya akan sama. Dipadatkan dalam seorang cowok. Untuk membuktikan bahwa si cowok mampu memenuhi kebutuhan itu dia akan melakukan ujian. Banyak sekali ujian yang diberikan agar si cewek merasa yakin kalo si cowok adalah orang yang benar-benar akan memenuhi semua kebutuhannya. Kebutuhan bukan dalam artian fisik, tapi kebutuhan psikologis yang lebih penting.
c . Mengapa Cewek nge-Tes Cowok
Kebanyakan cewek, apalagi cewek cakep, sangat terbiasa dengan cowok-cowok yang mengejar mereka. Sangat terbiasa dengan model pedekate yang itu-itu saja. Mereka, para cewek ini mengatakan sesuatu yang buruk tentang si cowok, entah itu kebiasaannya atau hal lain. Mereka membuat penilaian akan hal itu dan menunggu reaksi si cowok. Singkatnya, si cewek nge-tes cowok, terutama cowok yang tertarik kepada mereka.

Kenapa sih cewek pake acara nge-tes segala?
Alasannya adalah:
1. Mempertahankan Diri (Defense Mechanisme)
Cewek paling gak suka kalo dianggap gampang.  Salah satu ketakutan terbesar para cewek adalah jika dia memberikan hatinya terlalu mudah kepada cowok. Dan jika itu terjadi maka cowok-cowok akan mudah mempermainkannya, memutuskan hubungan dengan dirinya, dan tentu saja hal ini membuat sakit hati.
Karena itulah cewek sengaja membuat bingung para cowok, berpura-pura tidak tertarik, pura-pura gak suka. Bertingkah menghindar dari cowok dengan tujuan menyampaikan pesan kalo mereka gak gampang diraih. Sementara itu, kamu, kita, para cowok sering tidak tahu kalo cewek sangat benci menjadi cewek yang gampang direbut hatinya. Dah? Ngerti kah dirimu dengan bagian ini? Siiip.
2. Menyaring, mencari yang terbaik.
Seperti bagian yang sudah diceritakan di bab sebelumnya, cewek itu gak suka sama cowok yang mu-peng, muka pengen. Keliatan banget kalo mereka ngebet.
Cewek hanya bisa menerima cowok yang telah melewati beberapa tahap tes. Cowok yang lulus dari tes ini menunjukkan cowok yang berbeda dengan cowok kebanyakan. Cowok yang mempunyai karakter karena mereka memahami apa, bagaimana, dan yang diinginkan cewek.
Sebagai gambaran, ada cewek yang naksir sama cowok, Dikeluarkan jurus maut senyum manis dan main matanya kepada si cowok. Dan si cowok kena. Setelah bertukar nomor hape kedua orang itu berpisah.  Mulailah si cewek berpikir, “Bener gak sih aku suka dia?”, “Dia bisa jagain aku gak sih?”, “Apakah memang dia yang aku cari?”. Sementara memikirkan pertanyaan itu, dia menunggu telpon, kabar, atau sms dari si cowok. Semua hal itu, telpon dan sms itu akan memberi jawaban penting bagi si cewek.
Biasanya waktu yang diberikan dalam tes ini adalah tiga hari. Jika dalam waktu tiga hari tersebut, hari pertama atau hari kedua ternyata si cowok menelpon atau mengirim sms duluan, maka dia gagal. Jika si cowok nelpon, atau sms pas hari ketiga maka dia lulus dengan nilai IPK 3,00. biasa-biasa saja. Tapi kalo si cowok gak ngasih kabar, gak nelpon, gak ngirim sms sampai si cewek duluan yang menelpon maka pemenangnya adalah si cowok. Dia mendapat nilai tertinggi: 4.00. Si Cowok lulus tes dengan predikat terbaik. Dan si cewek hanya memilih cowok terbaik untuk mendampingi dirinya.
Kesimpulan dari cerita di atas adalah bahwa ‘cowok ngebet’ selalu merasa tidak aman dan membutuhkan rasa aman dan jaminan dari si cewek.
3. Pemuasan Ego
Mungkin kamu pernah bertemu, atau mungkin juga tidak. Tapi saya pernah bertemu dengan cewek yang memang udah menjadi bawaannya minta diperhatikan. Ketagihan perhatian, addicted to attetion, terutama pujian. Karena itulah mereka sangat senang bermain-main dengan membuat penasaran para cowok.
Hampir setiap cewek tahu kelemahan para cowok: cewek! Yah, diri mereka sendiri. Dengan cara itu mereka akan dapat memuaskan ego mereka akan perhatian dari cowok. Caranya sangat sederhana; pertama mereka akan berpura-pura suka terhadap seorang cowok, ngasih senyum dikit, dan kemudian menggodanya dengan wajah yang ‘malu-malu mau’. Nah, cewek yang jinak-jinak merpati seperti ini selalu membuat penasaran para cowok.
Dilain waktu, si cewek akan cuek abis! Cowok yang dicuekin akan merasa bahwa dia akan ditinggalin sama si cewek, atau akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan si cewek. Dan mulailah dia melakukan berbagai hal ‘manis’ terhadap si cewek. Memberi perhatian lebih banyak, memuji lebih banyak, memberi hadiah lebih banyak.
Begitulah caranya para attention junkies memperoleh apa yang mereka inginkan. Tunggu, ini tidak berarti mereka bukan ‘wanita baik-baik’. Bukan seperti itu maksudnya, yang perlu dipahami adalah bahwa kamu jangan sampai terjebak dengan hal ini.
By: Kang Aaf R.r









Unknown

About Unknown

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :