Asma Binti Asad Al-Furat
Beliau adalah Asmâ` binti Asad bin al-Furât al-Qayrawâniyyah…putri
seorang ulama dan Qadli dari benua Afrika serta shahabat bagi dua orang Imam,
yaitu Abu Yusuf dan Malik bin Anas.
Beliau tumbuh di bawah penggamblengan ayahnya sendiri dan merupakan
putri satu-satunya. Ternyata, sang ayah dapat mendidiknya dengan baik dan
mengasah otaknya dengan ilmu dan hikmah. Beliau selalu menghadiri majlis
pengajian yang diadakan sang ayah di rumahnya, berpartisipasi di dalam bertanya
dan berdebat sehingga kemudian dikenal sebagai wanita yang memiliki keutamaan,
periwayat hadits dan ahli fiqih berdasarkan madzhab Ahli Iraq yang merupakan
basis para penganut dan shahabat Abu Hanifah.
Ketika Asad, sang ayah memegang jabatan sebagai komandan tentara yang
dipersiapkan untuk menaklukkan pulau Shiqalliyyah (Cecilia) pada masa
pemerintahan Ziyadah -1, para penduduk sudah berduyun menyambut panggilannya,
bendera-bendera dan panji-panji telah dikibarkan serta genderang telah ditabuh,
keluarlah Asmâ` untuk mengucapkan kata perpisahan kepada sang ayah dan ikut
mengantarnya hingga sampai di suatu tempat bernama Sûsah (Sousa). Beliau diam
disini hingga para prajurit menaiki kapal perang dan dan kapal bertuliskan
Bismillâhi Majr'eha wa mursâha telah berlayar meninggalkan dermaga.
Asad, seorang Qadli yang juga komandan, mendapatkan kemenangan besar
dan berhasil menaklukkan benteng pulau tersebut sehingga apa yang
disumbangkannya tersebut telah ditorehkan sejarah untuknya sepanjang masa. Dia
gugur sebagai syahid pada tahun 213 H tatkala melakukan pengepungan terhadap
kota Sarqusah, ibukota kekaisaran Romawi di Cecilia. Ketika itu, panji berada
di tangan kirinya sementara pedang telah terpancang di tangan kanannya sembari
melantunkan firman Allah Ta'ala "Idza Jâ`a nashrullâhi wal Fath "
(surat an-Nashr).
Sepeninggal sang ayah, Asmâ` menikah dengan salah seorang murid ayahnya
yang bernama Muhammad bin Abi al-Jawâd yang kemudian menggantikan posisinya
pada jabatan sebagai Qadli. Lalu dia juga mengepalai al-Masyîkhah al-Hanafiyyah
(Perguruan Madzhab Hanafiy) di negeri Afrika pada tahun 225 H, kemudian
meninggalkan jabatan tersebut dan mendapatkan batu ujian dari khalifah ketika
itu yang menuduhnya mencuri uang titipan, lantas memenjarakannya.
Manakala sang suami masih berada di dalam penjara, datanglah sang
isteri, Asmâ` menghadap Qadli yang baru sembari berkata, "Saya akan
membuat suami saya membayar harta yang dia dituduh mencurinya ini untuk dirinya
sendiri."
Sang Qadli menjawab, "Jika dia mau mengakui bahwa itu adalah harta tersebut atau sebagai ganti darinya, aku akan melepaskannya."
Namun Ibn Abi al-Jawâd menolak untuk mengakuinya sementara sang Qadli pun enggan melepaskannya.
Sang Qadli menjawab, "Jika dia mau mengakui bahwa itu adalah harta tersebut atau sebagai ganti darinya, aku akan melepaskannya."
Namun Ibn Abi al-Jawâd menolak untuk mengakuinya sementara sang Qadli pun enggan melepaskannya.
Setelah tak berapa lama, sang Qadli tersebut pun dipecat sehingga suami
Asmâ` ini kembali lagi memangku jabatan tersebut. Sekalipun begitu, dia tidak
membuat perhitungan dengan tindakan pendahulunya tersebut terhadap dirinya. Ini
adalah suatu sikap yang mulia dan terhormat darinya.
Asmâ` masih tetap diagung-agungkkan dan dibangga-banggakan oleh semua kalangan di komunitas semasa hidupnya hingga beliau wafat pada sekitar tahun 250 H.
By: kang aaf
Asmâ` masih tetap diagung-agungkkan dan dibangga-banggakan oleh semua kalangan di komunitas semasa hidupnya hingga beliau wafat pada sekitar tahun 250 H.
By: kang aaf
Sumber Bacaan Terkait :
1. Syahîrât at-Tûnisiyyât karya Hasan Husniy 'Abdul Wahhab, hal.45-47
2. ad-Dîbâj al-Mudzhab Fî Ma'rifah A'yân 'Ulamâ` al-Madzhab karya Ibn Farhûn al-Malikiy, hal.305-306
(Diterjemahkan dari buku Faqîhât 'Alimât karya Muhammad Khair Yusuf, Hal.29-31)
1. Syahîrât at-Tûnisiyyât karya Hasan Husniy 'Abdul Wahhab, hal.45-47
2. ad-Dîbâj al-Mudzhab Fî Ma'rifah A'yân 'Ulamâ` al-Madzhab karya Ibn Farhûn al-Malikiy, hal.305-306
(Diterjemahkan dari buku Faqîhât 'Alimât karya Muhammad Khair Yusuf, Hal.29-31)
Bukan
Ketupat Biasa
Walaupun Lebaran Sudah menjadi tradisi umat islam
setelah satu bulan lamanya menjalankan ibadah puasa, namun daya tarik dari
moment tersebut banyak sekali menyimpan keunikan salah satunya adalah tradisi
membuat ketupat. Pastinya kamu makan ketupat donk. Saatnya makan ketupat.
Tradisi ketupat lebaran sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat
Indonesia.
Kenapa ketupat? Kapan tradisi membuat ketupat ini
dimulai? Sayangnya, belum ada referensi ilmiah tentang makanan khas ini. Namun,
ada yang mengira-ngira, tradisi membuat ketupat sudah ada sejak masuknya Islam
ke tanah Jawa, sekitar tahun 1400-an.
Dalam bahasa Jawa, ketupat disebut kupat . Kata kupat
berasal dari suku kata ku = ngaku (mengakui) dan
pat = lepat (kesalahan) . Sehingga ketupat menjadi simbol mengakui
kesalahannya. Tradisi ketupat lebaran kiranya dapat dikaitkan dengan
peran para wali, terutama walisongo dalam penyebaran Islam di Indonesia.
Boleh jadi, tradisi
kupatan sudah ada pada zaman pra-Islam Nusantara, sebagaimana tradisi selamatan
yang juga sudah ada dan berkembang di Indonesia. Namun tradisi kupatan kemudian
memperoleh sentuhan baru di zaman penyebaran Islam oleh Walisongo di dalam
kerangka untuk menghadirkan tradisi yang akomodatif atau akulturatif di dalam
masyarakat Jawa dan Nusantara pada umumnya.
Dari sisi bahasa, kupatan (bahasa Jawa) kiranya
berasal dari kata Kaffatan (Bahasa Arab) yang memperoleh perubahan bunyi dalam
ucapan Jawa menjadi kupatan. Sama dengan kata barakah (bahasa Arab) menjadi
berkat (bahasa Jawa) atau salama (bahasa Arab) menjadi selamet (bahasa
Jawa).
Maka secara
istilah, dapat dinyatakan bahwa kupatan adalah simbolisasi dari berakhirnya
bulan puasa dan menandai terhadap kesempurnaan atau kaffatan di dalam kehidupan
individu dan masyarakat. Jadi tradisi kupatan sebagai penanda terhadap
keislaman manusia yang sudah sempurna.
Sebagaimana di
dalam Al-Qur’an disebutkan:
“udkhulu fi al
silmi kaffatan, wa la tattabi’u khuthuwat al syaithon, innahu lakum ‘aduww al
mubin”.
Yang artinya kurang
lebih “Masuklah kamu sekalian ke dalam Islam secara sempurna dan jangan kamu
ikuti jalannya syetan, sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata”.
Dalam gambaran para
waliyullah itu, bahwa kupatan adalah simbolisasi seseorang yang sudah memasuki
Islam secara sempurna. Indikasinya sebagai berikut:
1. Sudah
melaksanakan puasa sebagai tazkiyat al nafs
2. Melaksanakan
zakat sebagai tazkiyat al mal
3. Dan juga hablum
min al nas dalam wujud saling silaturrahmi untuk meminta maaf kepada sesama
manusia.
Orang yang seperti ini maka digambarkan sebagai orang
yang kaffah, sempurna. Kehidupannya telah memasuki dunia fitrah, suci dalam
konsepsi keberagamaan.
Selain itu, ada
juga yang bilang, ketupat atau kupat berasal dari kata laku papat . Laku
artinya perbuatan , papat artinya empat . Kempat perbuatan yang hanya
dilakukan pada bulan Ramadhan sampai 1 Syawal itu adalah: puasa Ramadhan,
tarawih, zakat, dan salat Ied.
Tradisi menyajikan
ketupat pada hari Lebaran, bukan hanya ada di Indonesia. Di Malaysia, Brunai,
Singapura, Filipina, juga Kepulauan Cocos (di Australia) ternyata ketupat juga
dibuat saat merayakan Lebaran.
By: Abd. Rahman El Barbazy
Keluarga Rasulullah
Istri-istri
Nabi
- Khadijah binti Khuwailid (wafat 3 SH)
- Zainab binti Khuzaimah (wafat 1 SH)
- Aisyah binti Abu Bakar (wafat 57 H)
- Hafsah binti Umar (wafat 45 H)
- Juwairiah binti Harits bin Abu Dhirar (wafat 56 H)
- Maimunah binti Harits (wafat 50 H)
- Mariah Qibtiah (wafat 16 H)
- Saudah binti Zam`ah (wafat 23 H)
- Sofiah binti Huyai bin Akhtab (wafat 50 H)
- Ummu Habibah binti Abu Sofyan (wafat 44 H)
- Ummu Salamah (wafat 57 H)
- Zainab binti Jahsy (wafat 20 H)
- Al- Qasim bin Muhammad
- Zainab binti Muhammad (wafat 8 H.)
- Ruqayyah binti Muhammad (wafat 2 H)
- Ummu Kultsum (wafat 9 H)
- Fatimah Az-Zahra (wafat 11 H)
- Abdullah bin Muhammad (meninggal ketika kecil)
- Ibrahim bin Muhammad (wafat 10 H ketika kecil)
Cucu
Nabi
- Abdullah bin Usman bin Affan (Putra Ruqayyah)
- Ali bin Abul Ash (Putra Zainab.meninggal ketika kecil.)
- Hasan bin Ali bin Abu Talib (3-50 H.)
- Husain bin Ali bin Abu Talib (4-61 H)
- Zainal Abidin (wafat 93H)
- Ummi Kultsum binti Ali bin Abu Thalib (wafat.75H)
Paman
Nabi
- Abbas bin Abdul Mutalib (wafat 32 H)
- Abu Thalib bin Abdul Muthalib (wafat 3 SH)
- Hamzah bin Abdul Mutalib (wafat 3 H)
By:
Kls II A Ts (Murid Ust. Ahmadi)
Buang hajat merupakan rutinitas amaliyah yang sering
dilakukan semua orang. Maka dengan Adanya tuntunan dalam masalah buang hajat
ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sangat sempurna. Tidak ada yang
tersisa dari problematika umat ini, melainkan telah dijelaskan secara gamblang
oleh Rasulullah Saw. Tak heran, jika kaum musyrikin pernah terperangah seraya
berkata kepada Salman Al-Farisi r.a: “Sungguh Nabi kalian telah mengajarkan
segala sesuatu sampai-sampai perkara adab buang hajat sekalipun.”Salman
menjawab:“Ya, benar…”(HR. Muslim No. 262).
1. Berdo’a sebelum masuk wc
WC dan yang semisalnya merupakan salah satu tempat yang
dihuni oleh setan. Maka sepantasnya seorang hamba meminta perlindungan kepada
Allah Swt. dari kejelekan makhluk tersebut. Oleh karena itu Rasulullah Saw.
mengajarkan Do’a ketika akan masuk WC: بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ
مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ
“(Dengan menyebut nama Allah) Ya Allah, sesungguhnya aku
berlindung kepada-Mu dari kejelekan setan laki-laki dan setan perempuan”.
(HR. Bukhari no.142 dan Muslim no.375).
2. Mendahulukan kaki kiri ketika masuk
wc dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar
Dalam masalah ini tidak terdapat hadits shahih yang secara
khusus menyebutkan disukainya mendahulukan kaki kiri ketika hendak masuk WC.
Hanya saja terdapat hadits Aisyah, ia berkata:“Rasulullah Saw. menyukai
mendahulukan yang kanan pada setiap perkara yang baik”. Oleh karena itu, beberapa ulama seperti
Al-Imam An-Nawawi dalam kitab beliau, Syarhu Shahih Muslim, dan juga Al-Imam
Ibnu Daqiqil menyebutkan disukainya seseorang yang masuk WC dengan mendahulukan
kaki kiri dan ketika keluar dengan mendahulukan kaki kanan.
3. Tidak membawa sesuatu yang terdapat
padanya nama Allah Swt. atau ayat Al-Qur`an kedalam WC
Sesuatu apapun yang terdapat padanya nama Allah Swt, atau
terdapat padanya ayat Al-Qur’an, atau terdapat padanya nama yang disandarkan
kepada salah satu dari nama Allah Swt. seperti Abdullah, Abdurrahman dan yang
lainnya, maka tidak sepantasnya dimasukkan ke tempat buang hajat (WC). Allah
Swt. berfirman: “Barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka
sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)
Adapun hadits yang sering dipakai dalam masalah ini tentang
peletakan cincin Rasulullah Saw. ketika masuk WC merupakan hadits yang
dilemahkan para ulama. (Taudhihul Ahkam, 1/324)
4. Berhati-hati dari percikan najis
Tidak berhati-hati dari percikan kencing merupakan salah
satu penyebab diadzabnya seseorang di alam kubur. Tetapi perkara ini sering
disepelekan oleh kebanyakan orang. Suatu ketika Rasulullah Saw. melewati dua
kuburan, seraya Beliau bersabda: “Sungguh dua penghuni kubur ini sedang
diadzab. Tidaklah keduanya diadzab melainkan karena menganggap sepele perkara
besar. Adapun salah satunya, ia diadzab karena tidak menjaga dirinya dari
kencing. Sedangkan yang lainnya, ia diadzab karena suka mengadu domba….”
(HR. Al-Bukhari no. 216 dan Muslim no. 292) Dan Rasulullah Saw. telah
memperingatkan: “Bersucilah kalian dari kencing. Sungguh kebanyakan (orang)
diadzab di alam kubur disebabkan karena kencing.”(HR. Ad-Daraquthni)
5. Tidak menampakkan aurat
Menutup aurat merupakan perkara yang wajib dalam Islam. Oleh
karena itu Rasulullah Saw. melarang seseorang dalam keadaan apapun, termasuk
ketika buang hajat, untuk menampakkan auratnya di hadapan orang lain. Beliau
bersabda: “Apabila dua orang buang hajat, maka hendaklah keduanya saling
menutup auratnya dari yang lain dan janganlah keduanya saling berbincang-bincang.
Sesungguhnya Allah sangat murka dengan perbuatan tersebut.”(HR. Ahmad
dishahihkan Ibnus Sakan, Ibnul Qathan, dan Al-Albani, dari Jabir bin Abdillah
radhiallahu ‘anhu).
6. Tidak beristinja’ dengan tangan
kanan
Rasulullah Saw. melarang beristinja’ dengan tangan kanan
sebagaimana sabda Beliau: “Janganlah seseorang diantara kalian memegang
kemaluan dengan tangan kanannya ketika sedang kencing dan jangan pula cebok
dengan tangan kanan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Qotadah
ra). Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan adab (etika yang
baik) dan kebersihan, termasuk ketika buang hajat sekalipun.
7. Boleh bersuci dengan batu (Istijmar)
Diantara bentuk kemudahan dari Allah Swt. ialah dibolehkan
bagi seseorang untuk bersuci dengan batu (istijmar). Abdullah bin Mas’ud r.a
berkata: “Suatu hari Rasulullah Saw. buang hajat, lalu beliau meminta
kepadaku tiga batu untuk bersuci.”(HR. Al-Bukhari No. 156). Namun batu yang
dipakai harus berjumlah ganjil dengan jumlah minimal tiga batu sebagaimana
dinyatakan Salman Al-Farisi r.a: “Rasulullah Saw. melarang bersuci
(istijmar) kurang dari tiga batu.” (HR. Muslim). Juga hadits dari Abu
Hurairah r.a, Rasulullah Saw. bersabda: “Jika kalian bersuci dengan batu
(istijmar), maka hendaklah dengan bilangan ganjil.” (HR. Muslim). Para
ulama menyebutkan kriteria batu yang dipakai adalah batu yang suci lagi kering.
Tidak boleh jika batu tersebut dalam keadaan basah.
8. Larangan beristinja’ dengan tulang
dan kotoran binatang
Rasulullah Saw. melarang beristinja’ dengan tulang atau
kotoran binatang, disamping keduanya merupakan benda yang tidak dapat
menyucikan. Jabir bin Abdillah r.a berkata: “Rasulullah Saw. telah melarang
beristinja’ dengan tulang dan kotoran binatang.” (HR. Muslim). Rasulullah
Saw. menyebutkan hikmah pelarangan beristinja’ dengan tulang sebagaimana
disebutkan dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Saw. bersabda: “Tulang adalah
makanan saudara kalian dari kalangan jin.”(HR. Al-Bukhari)
9. Tidak menghadap atau membelakangi
kiblat ketika buang hajat
Para ulama berbeda pendapat dalam permasalahan ini. Sebagian
ulama berpendapat dilarangnya buang hajat dengan menghadap atau membelakangi
kiblat secara mutlak, baik di tempat terbuka maupun di tempat tertutup. Inilah
pendapat Ibnu Taimiyyah, Asy-Syaukani, Asy-Syaikh Al-Albani dan yang lainnya.
Berdalil dengan hadits dari Abu Ayyub Al-Anshari ra, Rasulullah Saw. bersabda:
“Apabila seseorang dari kalian buang hajat, maka janganlah menghadap kiblat
atau membelakanginya. Akan tetapi hendaknya ia menyamping dari arah kiblat.”(HR.
Al-Bukhari No. 394 dan Muslim No. 264). Sebagian ulama lain berpendapat bahwa
larangan buang hajat dengan menghadap kiblat adalah apabila di tempat terbuka.
Namun jika di tempat tertutup, maka dibolehkan menghadap kiblat. Dalil yang
menunjukkan bolehnya perkara tersebut adalah hadits dari Ibnu Umar r.a, ia
berkata: “Aku pernah menaiki rumah saudariku Hafshah (salah satu istri
Rasulullah Saw.) untuk suatu kepentingan. Maka aku melihat Rasulullah Saw.
sedang buang hajat dengan menghadap ke arah negeri Syam dan membelakangi Ka’bah.”(HR.
Al-Bukhari No. 148 dan Muslim No. 266). Namun dalam rangka berhati-hati,
sebaiknya tidak menghadap kiblat ketika buang hajat walaupun di tempat
tertutup. Hal ini disebabkan karena perbedaan pendapat yang sangat kuat
diantara para ulama dalam masalah ini.
10. Berdo’a setelah keluar WC
Rasulullah Saw. mengajarkan do’a yang dibaca ketika keluar
dari tempat buang hajat. Aisyah berkata: “Bahwasanya Rasulullah Saw. jika
keluar dari tempat buang hajat membaca do’a: “غُفْرَانَك”
(Aku memohon pengampunanmu).”(HR. Abu Daud,
At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan dishahihkan Al-Albani dalam Irwa’ul
Ghalil No. 52). Al-Imam Abu Hatim Ar-Razi berkata: “Hadits yang paling
shahih tentang masalah ini adalah hadits Aisyah (yang telah disebutkan diatas).”
(Taudhihul Ahkam, 1/352).
Inilah beberapa perkara yang perlu dicermati oleh setiap
muslim lebih-lebih kita sebagai santri yang yang berilmu dan berakhlaq mulia.
Sungguh tidak layak bagi kita semua menganggap hal ini sebagai perkara yang
sepele. Wallahu A’lam.
By:
Rofi’I El-Ponty
AMINAH IBUNDA RASULULLAH
Seorang wanita berhati mulia,
pemimpin para ibu. Seorang ibu yang telah menganugerahkan anak tunggal yang
mulia pembawa risalah yang lurus dan kekal, rasul yang bijak pembawa hidayah.
Dialah Aminah binti Wahb. Ibu dari Muhammad bin Abdullah yang diutus Allah
sebagai rahmat seluruh alam. Cukuplah baginya kemuliaan dan kebanggaan yang
tidak dapat dipungkiri, bahwa Allah azza wa jalla memilihnya sebagai ibu
seorang rasul mulia dan nabi yang terakhir.
Muhammad puteranya berkata
tentang nasabnya. "Allah telah memilih aku dari Kinanah, dan memilih
Kinanah dari suku Quraisy bangsa Arab. Aku berasal dari keturunan orang-orang
yang baik, dari orang-orang yang baik, dari orang-orang yang baik.
"Dengarlah sabdanya lagi, "Allah memindahkan aku dari sulbi-sulbi
yang baik ke rahim-rahim yang suci secara terpilih dan terdidik. Tidak
bercabang dua, melainkan aku di bahagian yang terbaik."
Aminah bukan cuma ibu seorang
rasul atau nabi, tetapi juga wanita pengukir sejarah. Karena risalah yang
dibawa putera tunggalnya sempurna, benar dan kekal sepanjang zaman. Suatu
risalah yang bermaslahat bagi ummat manusia. Berkatalah Ibnu Ishaq tentang
Aminah binti Wahb ini. "Pada waktu itu ia merupakan gadis yang termulia
nasab dan kedudukannya di kalangan suku Quraisy."
Menurut penilaian Dr. Bint Syaati
tentang Aminah ibu Muhammad yaitu, "Masa kecilnya dimulai dari lingkungan
paling mulia, dan asal keturunannya pun paling baik. Ia (Aminah) memiliki
kebaikan nasab dan ketinggian asal keturunan yang dibanggakan dalam masyarakat
aristokrasi (bangsawan) yang sangat membanggakan kemuliaan nenek moyang dan
keturunannya."
Aminah binti Wahb merupakan bunga
yang indah di kalangan Quraisy serta menjadi puteri dari pemimpin bani Zuhrah.
Pergaulannya senantiasa dalam penjagaan dan tertutup dari pandangan mata. Terlindung
dari pergaulan bebas sehingga sukar untuk dapat mengetahui jelas penampilannya
atau gambaran fisiknya. Para sejarawan hampir tidak mengetahui kehidupannya
kecuali sebagai gadis Quraisy yang paling mulia nasab dan kedudukannya di
kalangan Quraisy.
Meski tersembunyi, baunya yang
harum semerbak keluar dari rumah bani Zuhrah dan menyebar ke segala penjuru
Makkah. Bau harumnya membangkitkan harapan mulia dalam jiwa para pemudanya yang
menjauhi wanita-wanita lain yang terpandang dan dibicarakan orang.
Allah memilih Aminah "Si
Bunga Quraisy" sebagai isteri Abdullah bin Abdul Muthalib di antara gadis
lain yang cantik dan suci. Banyak gadis yang meminang Abdullah sebagai suaminya
seperti Ruqaiyah binti Naufal, Fatimah binti Murr, Laila al Adawiyah, dan masih
ramai wanita lain yang telah meminang Abdullah.
Ibnu Ishaq menuturkan tentang
Abdul Muthalib yang membimbing tangan Abdullah anaknya setelah menebusnya dari
penyembelihan. Lalu membawanya kepada Wahb bin Abdu Manaf bin Zuhrah - yang
saat itu sebagai pemimpin bani Zuhrah - untuk dinikahkan dengan Aminah.
Abdullah adalah pemuda paling tampan di Makkah. Paling memukau dan paling
terkenal di Makkah. Tak heran, jika ketika ia meminang Aminah, ramai wanita
Makkah yang patah hati."
Cahaya yang semula memancar di
dahi Abdullah kini berpindah ke Aminah, padahal cahaya itulah yang membuat
wanita-wanita Quraisy rela menawarkan diri sebagai calon isteri Abdullah.
Setelah berhasil menikahi Aminah, Abdullah pernah bertanya kepada Ruqaiyah
mengapa tidak menawarkan diri lagi sebagai suaminya. Apa jawab Ruqayah,
"Cahaya yang ada padamu dulu telah meninggalkanmu, dan kini aku tidak
memerlukanmu lagi."
Fatimah binti Murr yang ditanyai
juga berkata, "Hai Abdullah, aku bukan seorang wanita jahat, tetapi aku
melihat cahaya di wajahmu, karena itu aku ingin memilikimu. Namun Allah tak
mengizinkan kecuali memberikannya kepada orang yang dikehendakiNya."
Jawaban serupa juga disampaikan oleh Laila al Adawiyah. "Dulu aku melihat
cahaya bersinar di antara kedua matamu karena itu aku mengharapkanmu. Namun
engkau menolak. Kini engkau telah mengahwini Aminah, dan cahaya itu telah
lenyap darimu."
Memang "cahaya" itu
telah berpindah dari Abdullah kepada Aminah. Cahaya ini setelah
berpindah-pindah dari sulbi-sulbi dan rahim-rahim lalu menetap pada Aminah yang
melahirkan Nabi Muhammad SAW. Bagi Muhammad merupakan hasil dari doa Ibrahim
bapanya. Kelahirannya sebagai khabar gembira dari Isa saudaranya, dan merupakan
hasil mimpi dari Aminah ibunya. Aminah pernah bermimpi seakan-akan sebuah cahaya
keluar darinya menyinari istana-istana Syam. Dari suara ghaib ia mendengar,
"Engkau sedang mengandung pemimpin ummat."
Masyarakat di Makkah selalu
membicarakan, kedatangan nabi yang ditunggu-tunggu sudah semakin dekat. Para
pendita Yahudi dan Nasrani, serta peramal-peramal Arab, selalu membicarakannya.
Dan Allah telah mengabulkan doa Ibrahim as. seperti disebutkan dalam Surah al
Baqarah ayat 129.
"Ya Tuhan kami. Utuslah
bagi mereka seorang rasul dari kalangan mereka."
Dan terwujudlah khabar gembira dari
Isa as. seperti tersebut dalam Surah as Shaff ayat 6. "Dan memberi khabar
gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, namanya
Ahmad (Muhammad).
Benar pulalah tentang ramalan
mimpi Aminah tentang cahaya yang keluar dari dirinya serta menerangi
istana-istana Syam itu." Pemimpin Para IbuAminah adalah pemimpin para ibu,
karena ia ibu Nabi Muhammad yang dipilih Allah sebagai rasul pembawa risalah
untuk ummat manusia hingga akhir zaman. Muhammad-lah penyeru kebenaran dan keadilan
serta kebaikan berupa agama Islam.
"Dan barangsiapa memilih
agama selain Islam, maka tiadalah diterima (agama itu) darinya. Dan di akhirat
termasuk orang-orang yang rugi." (Ali Imran: 85)
Saat menjelang wafatnya, Aminah
berkata: "Setiap yang hidup pasti mati, dan setiap yang baru pasti usang.
Setiap orang yang tua akan binasa. Aku pun akan wafat tapi sebutanku akan
kekal. Aku telah meninggalkan kebaikan dan melahirkan seorang bayi yang
suci." Diriwayatkan oleh Aisyah
beliau berkata, "Rasulullah SAW memimpin kami dalam melaksanakan haji
wada'. Kemudian baginda lalu dekat kubur ibunya sambil menangis sedih. Maka aku
pun ikut menangis karena tangisnya."
Betapa harumnya nama Aminah, dan
betapa kekalnya namanya nan abadi. Seorang ibu yang luhur dan agung sebagai ibu
Muhammad manusia paling utama di dunia, paling sempurna di antara para nabi,
dan sebagai rasul yang mulia. Aminah binti Wahb adalah ibu kandung rasul yang
mulia. Semoga Allah memberkahinya.
By: Kang Aaf
Seven Miracle
in the World
(7 Keajaiban
Dunia)
Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari
“Tujuh Keajaiban Dunia”, Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat
daftar apa yang mereka pikir merupakan Tujuh Keajaiban Dunia saat ini. Walaupun
ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi sebagai berikut :
1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon
Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru
memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum
mengumpulkan kertas kerjaan nya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia
mempunyai kesulitan dengan daftarnya. Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit.
Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya keajaiban itu”. Sang guru
berkata,”Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa
membantu memilihnya”. Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir,
Tujuh Keajaiban Dunia” itu adalah :
1. Bisa melihat
2. Bisa mendengar
3. Bisa menyentuh
4. Bisa menyayangi
5. Bisa merasakan
6. Bisa tertawa dan
7. Bisa mencintai
Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya
bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”,
Sementara kita lihat lagi semua yang telah Allah Swt. karuniakan untuk kita,
kita menyebutnya sebagai “biasa”.
By: Kelas III Tsanawiyah
Bulan Syawal Bulan Galau, Kenapa…?
Syawal adalah bulan
sakral bagi seluruh umat islam namun juga menjadi bulan galau bagi para santri,
kenapa…? Karena di bulan syawal inilah para santri harus rela melepas masa
liburannya, setelah dua bulan berlibur, tanggal 15 adalah tanggal umum bagi
santri untuk galau tak terkecuali PPSMCH sendiri, syawal selain bulan galau
bagi santri juga bulan penerimaan santri baru bagi setiap pesantren.
Di PPSMCH sendiri untuk santri baru setiap tahunnya
mengalami peningkatan yang signifikan,
dan peningkatan ini mampu di tinjau dari
aktivitas sehari-hari di ma’hadiyah.
Anggap saja Musolla
PPSMCH untuk tahun ini para jamaah sholat mencapai sof paling akhir, serta
kegiatan-kegiatan di musollapun
kekurangan tempat untuk menampung santri yang membludak di pesantren syaichona
moh. Cholil tahun ini.
Sepertinya para takmir
musolla pun mengalami kesulitan untuk
mengatur santri yang berada di musolla karena begitu banyaknya santri
baru yang masih perlu di didik agar tidak bergurau di musolla serta
menempati sof yang masih kosong maka
dari itu untuk bulan syawal ini para santri memang terjangkit virus galau
serius.
Bagi yang sudah lama
mereka galau karena ruh mereka masih
belum menyatu dengan pesantren yang di pikirkan hanyalah rumah tempat mereka berlibur selama dua bulan
lamanya, bagi yang baru mereka galau karena mereka harus pindah dari rumah ke pesantren untuk bertemu dengan hal-hal baru, dan sekarang galau semakin parah karena para
santri harus galau dengan perpindahan daerah secara masal dan sof musolla yang
sudah gak muat lagi.
Mengingat tahun ini musolla sudah berhasil di kuasai
penuh oleh para satri bagaimana tahun depan?, maka dari semoga saja pesantren
kita terus berkembang pesat sesuai kebutuhan. Amin.
By:
Kang Aaf
|
24 Tips Menempuh Kehidupan
|
|
1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan
paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena
kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum,
karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.
Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan
seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam
alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.
3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke
tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu
hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal
yang ingin kamu lakukan.
4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu
baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk
membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang
yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.
5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain
dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup
sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di
beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu
meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.
7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai
kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang
belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal
itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang
itupula.
9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut
perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan.
Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata
yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.
10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi
dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita
inginkan.Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita
temukan di dalam dia.
11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal
terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang
hadir dalam hidupnya.
12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang
yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti
bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam
untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi
diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang
disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya
mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam
hidup mereka.
15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika da
masih tetap peduli padanya.
16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu
seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak
demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.
17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah
ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.
18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah
dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati,
kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.
19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak
mencintaimu,tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan
tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.
20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang
dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan
kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau
mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah
mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat
melupakannya.
22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia
akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta
berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh
dihatimu.
23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan
pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun
demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang
mengatakannya dengan sepenuh hati.
24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu
tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu
tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.
By: Agus Sholeh/DN
|
Lidah
Ibadah LIDAH BEDEBAH
Lidah
adalah indera perasa untuk mengecap rasa, yang dengannya seseorang memiliki
kemampuan untuk membedakan aneka ragam rasa, rasa pahit dan manis, asin dan getir dan lain
sebagainya. Ia merupakan bagian anggota tubuh yang sangat lembut dan selalu
basah dan lembab. Kondisi yang lembab dan basah ini memang sangat dibutuhkan
oleh lidah, sebab ia tidak akan mampu
menjalankan fungsinya dengan baik jika tidak berada dalam suasana yang
lembab dan basah (kering), oleh karena itulah Allah meletakkan lidah dibagian
dalam yang mendapatkan perlindungan dari mulut dan gigi dari ancaman luar dan
selalu basah dengan air liur.
Lidah
bagi manusia tidak semata-mata sebagai alat (indera) perasa yang dengannya
seseorang dapat membedakan aneka ragam rasa, akan tetapi lebih dari itu, lidah
juga berfungsi sebagai alat kumunikasi (berbicara) dengan baik, dengan
kemampuan untuk berbicara inilah manusia dapat menjalin interaksi (hubungan)
dengan orang lain tanpa mengalami hambatan. Karena itulah dalam konsepsi islam
lidah merupakan bagian yang paling penting setelah hati. Ia adalah penyambung
dan juru bicara apa yang terdapat dalam hati seseorang.
Lidah
juga dapat menjadi sumber segala kebaikan (kemaslahatan) bagi hidup manusia, yakni
lidah yang dipergunakan untuk berkata (bercakap) yang baik, lidah yang
difungsikan untuk saling memberikan nasehat, saling ingat mengingatkan pada
jalan ketaatan. Sebaliknya lidah juga dapat menjadi sumber malapetaka dan
kebinasaan bagi hidup dan kehidupan umat manusia, jika lidah itu dipergunakan
untuk mengatakan perkataan yang keji, menebarkan gossip dan fitnah, mengunjing
dan lain sebagainya.
Rasulullah
s.a.w telah mengingatkan kepada umatnya agar berhati-hati dalam memfungsikan
lidahnya, serta hendaknya seseorang menjaga agar lidah dan apa yang keluar
darinya, tidak membawa dan menimbulkan pertikaiyan dan menyulutkan permusuhan,
sehinga berakibat munculnya bencana dan
petaka bagi hidup dan kehidupan manusia. Baginda s.a.w bersabda dalam hal ini: “Sesiapa yang beriman
kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia bercakap hanya perkara yang
baik atau diam”[1]
Dalam
riwayat lain, Rasulullah s.a.w juga bersabda: “Barang siapa yang banyak bicara,
niscaya banyak kesalahanya, barang siapa banyak kesalhanya niscaya banyak
dosanya, dan barang siapa banyak dosanya, maka nerakalah yang lebih utama
baginya”
Dan
Islam pun beranggapan bahwa sifat orang islam yang paling baik adalah orang
yang mampu mememberikan perasaan nyaman dan keselamatan bagi orang lain dari
keserakahan tangan dan tajamnya perkataan. Bukhari Muslim meriwayatakan hadist
yang berasal daripada Abdullah bin Amru bin al-As r.a katanya: “Pernah pada
suatu ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah s.a.w: “Apakah sifat orang
Islam yang paling baik?” Rasulullah s.a.w bersabda:“Seseorang yang
menyelamatkan orang-orang Islam dengan lidah dan tangannya”.
By:
Kang Aaf
Zainab
binti Jahsy -radhiallaahu 'anha-
Dia
adalah Ummul mukminin, Zainab binti Jahsy bin Rabab bin Ya'mar. Ibu beliau
bernama Ummyah Binti Muthallib, Paman dari paman Rasulullah Shallallâhu 'alaihi
wa sallam . Pada mulanya nama beliau adalah Barra', namun tatkala diperistri
oleh Rasulullah, beliau diganti namanya dengan Zainab.
Tatkala
Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam melamarnya untuk budak beliau yakni
Zaid bin Haritsah (kekasih Rasulullah dan anak angkatnya), maka Zainab dan juga
keluarganya tidak berkenan. Rasulullah bersabda kepada Zainab, "Aku rela
Zaid menjadi suamimu". Maka Zainab berkata: "Wahai Rasulullah akan
tetapi aku tidak berkenan jika dia menjadi suamiku, aku adalah wanita
terpandang pada kaumku dan putri pamanmu, maka aku tidak mau melaksanakannya.
Maka turunlah firman Allah (artinya): "Dan Tidaklah patut bagi laki-laki
yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya
telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain)
tentang urusan–urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan
Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". (Al-Ahzab:36).
Akhirnya Zainab mau
menikah dengan Zaid karena ta'at kepada perintah Allah dan Rasul-Nya,
konsekuensi dengan landasan Islam yaitu tidak ada kelebihan antara orang yang
satu dengan orang yang lain melainkan dengan takwa.
Akan tetapi kehidupan
rumah tangga tersebut tidak harmonis, ketidak cocokan mewarnai rumah tangga
yang terwujud karena perintah Allah yang bertujuan untuk menghapus
kebiasaan-kebiasaan dan hukum-hukum jahiliyah dalam perkawinan.
Tatkala Zaid merasakan
betapa sulitnya hidup berdampingan dengan Zainab, beliau mendatangi Rasulullah
Shallallâhu 'alaihi wa sallam mengadukan problem yang dihadapi dengan memohon
izin kepada Rasulullah untuk menceraikannya. Namun beliau bersabda:
"Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah".
Padahal beliau
mengetahui betul bahwa perceraian pasti terjadi dan Allah kelak akan
memerintahkan kepada beliau untuk menikahi Zainab untuk merombak kebiasaan
jahiliyah yang mengharamkan menikahi istri Zaid sebagaimana anak kandung. Hanya
saja Rasulullah tidak memberitahukan kepadanya ataupun kepada yang lain
sebagaimana tuntunan Syar'i karena beliau khawatir, manusia lebih-lebih
orang-orang musyrik, akan berkata bahwa Muhammad menikahi bekas istri anaknya.
Maka Allah 'Azza wajalla menurunkan ayat-Nya: "Dan (ingatlah) ketika kamu
berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu
(juga) telah memberi nikmat kepadanya:"Pertahankanlah terus istrimu dan
bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa
yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah
yang lebih kamu takuti. Maka tatkala Zaid yang telah mengakhiri keperluan
terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak
ada keberatan bagi orang mukmin untuk mengawini ( istri-istri anak-anak angkat
itu ) apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada
istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi". (Al-Ahzab:37).
Al-Wâqidiy dan yang
lain menyebutkan bahwa ayat ini turun manakala Rasulullah Shallallâhu 'alaihi
wa sallam berbincang-bincang dengan 'Aisyah tiba-tiba beliau pingsan. Setelah
bangun, beliau tersenyum seraya bersabda:"Siapakah yang hendak memberikan
kabar gembira kepada Zainab?", Kemudian beliau membaca ayat tersebut. Maka
berangkatlah seorang pemberi kabar gembira kepada Zainab untuk memberikan kabar
kepadanya, ada yang mengatakan bahwa Salma pembantu Rasulullah Shallallâhu
'alaihi wa sallam yang membawa kabar gembira tersebut. Ada pula yang mengatakan
bahwa yang membawa kabar gembira tersebut adalah Zaid sendiri. Ketika itu,
beliau langsung membuang apa yang ada di tangannya kemudian sujud syukur kepada
Allah.
Begitulah, Allah
Subhanahu menikahkan Zainab radliallâhu 'anha dengan Nabi-Nya melalui ayat-Nya
tanpa wali dan tanpa saksi sehingga ini menjadi kebanggaan Zainab dihadapan
Ummahatul Mukminin yang lain. Beliau berkata:"Kalian dinikahkan oleh
keluarga kalian akan tetapi aku dinikahkan oleh Allah dari atas
'Arsy-Nya". Dan dalam riwayat lain,"Allah telah menikahkanku di langit".
Dalam riwayat lain,"Allah menikahkan ku dari langit yang ketujuh".
Dan dalam sebagian riwayat lain,"Aku labih mulia dari kalian dalam hal
wali dan yang paling mulia dalam hal wakil; kalian dinikahkan oleh orang tua
kalian sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari langit yang ketujuh".
Zainab radliallâhu
'anha adalah seorang wanita shalihah, bertakwa dan tulus imannya, hal itu
ditanyakan sendiri oleh sayyidah 'Aisyah radliallâhu 'anha tatkala
berkata:"Aku tidak lihat seorangpun yang lebih baik dari Zainab, lebih
bertakwa kepada Allah dan paling jujur perkataannya, paling banyak menyambung
silaturrahmi dan paling banyak shadaqah, paling bersungguh-sungguh dalam
beramal dengan jalan shadaqah dan taqarrub kepada Allah 'Azza wa Jalla".
Beliau radliallâhu
'anha adalah seorang wanita yang mulia dan baik. Beliau bekerja dengan kedua
tangannya, beliau menyamak kulit dan menyedekahkannya di jalan Allah, yakni
beliau bagi-bagikan kepada orang-orang miskin. Tatkala 'Aisyah mendengar berita
wafatnya Zainab, beliau berkata:"Telah pergi wanita yang mulia dan rajin
beribadah, menyantuni para yatim dan para janda". Kemudian beliau berkata:
"Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam bersabda kepada para istrinya:
'Orang yang paling cepat menyusulku diantara kalian adalah yang paling panjang
tangannya…' ".
Maka apabila kami
berkumpul sepeninggal beliau, kami mengukur tangan kami di dinding untuk
mengetahui siapakah yang paling panjang tangannya di antara kami. Hal itu kami
lakukan terus hingga wafatnya Zainab binti Jahsy, kami tidak mendapatkan yang
paling panjang tangannya di antara kami. Maka ketika itu barulah kami
mengetahui bahwa yang di maksud dengan panjang tangan adalah sedekah. Adapun
Zainab bekerja dengan tangannya menyamak kulit kemudian dia sedekahkan di jalan
Allah.
Ajal menjemput beliau
pada tahun 20 hijriyah pada saat berumur 53 tahun. Amirul Mukminin, Umar bin
Khaththab turut menyalatkan beliau. Penduduk Madinah turut mengantar jenazah
Ummul Mukminin, Zainab binti Jahsy hingga ke Baqi'. Beliau adalah istri
Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam yang pertama kali wafat setelah
wafatnya Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam, semoga Allah merahmati
wanita yang paling mulia dalam hal wali dan wakil, dan yang paling panjang
tangannya.
By: Qudsiyah
Tentang Sikap Bakhil
Kebakhilan
adalah pintu yang terkunci sehingga jiwamu semakin kuyu layu karena tak mampu
menerima cahaya mentari. Kebakhilan adalah sikap kikir, pelit yang
membeli-belit urat kedermawanan dan menempatkan dirimu menjadi binatang yang
bersembunyi di balik awan gemawan, tidak menjadi panduan para kafilah, tidak
mempesonakan jiwa para pujangga. Berlindunglah kepada Ilahi dari sifat bakhil
yang menyesatkan. Engkau akan terpelanting dari kumpulan saudaramu dan tidak
memperoleh apapun kecuali kesepian!
Tentang Utang
Kesengsaraan
paling nista adalah terbelitnya seseorang karena utang. Harga dirinya
digerogoti, dan ketika dia tak mau membayarnya, dia terusir dari singgasananya
dengan hanya membawa rasa pedih.
Kesukaran hidup karena belitan
utang bagaikan menempuh jalan yang menyibak semak belukar yang penuh duri,
melintasi hutan dengan penuh lelah dan meninggalkan bekas luka yang perih.
Berlindunglah
kapada Ilahi dari utang betatapun jumlah sedikit. Karena, dia akan melilitmu
bagaikan ular sanca yang menekan perlahan, tetapi mematikan. Belitan utang
harta memeras seluruh waktumu yang berharga dan engkau tak mampu menikmati
harumnya bunga-bunga. Jiwa orang yang terutang telah tergadai dan menjadi budak
para majikannya. Harga diri orang yang berutang adalah debu-debu yang mudah
berterbangan karena sepoi angin sekalipun.
By: Kang Aaf
3 ANAK TIDAK BERBAKTI
Suatu hari seorang sahabat pergi ke rumah orang jompo atau lebih
terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan
ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan
kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.
Ketika dia sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba
mata sang sahabat tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil
menatap kedepan dengan tatapan kosong. Lalu sang sahabat mencoba mendekati opa
itu dan mencoba mengajaknya berbicara.
Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya
sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.
Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas
panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha
yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya
cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal
dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.
Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah
sampai keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Apapun keinginan
Anak saya, saya usahakan agar terpenuhi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam
sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.
Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun
dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia
menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena
sakit yang sangat mendadak. Lalu Sejak kematian istri saya tinggallah saya
hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yg mau
menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya
rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya
memerlukan nya.
Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi
kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan
kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat
ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh
saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang
saya kasihi di dalamnya.Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.
Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk
sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka
mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya
selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah
sakit2an.
Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain.Saya berharap kalau
saya akan mendapatkan sukacita didalamnya,tapi rupanya tidak. Yang lebih
menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan
semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya
mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal
itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang
sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap
hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah
hati nurani mereka?
Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang
dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak
yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya
dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan
istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk
tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul
dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.
Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari
mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan
saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan
segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan
hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang
menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian
dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.
Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak
yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga
kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan
anak-anak saya.
Sejak itu sang sahabat selalu menyempatkan diri untuk datang
kesana dan berbicara dengan sang opa. Lambat laun tapi pasti kesepian di mata
sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali sang sahabat
membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.
Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan
menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita. Bukankah suatu
haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ? Ingatlah bahwa tanpa
Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.
Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak
anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.
By: Rony
Adakah Yang Lebih Patut Menjadi Idola
Selain Nabi Muhammad SAW?
Semua manusia pasti selalu merasa
memilki kekurangan. Oleh karena itu, banyak orang mengidolakan sesuatu karena
mereka melihat kelebihan dari idolanya itu. Kelebihan itu bisa berupa
kecantikan, kekayaan, ketampanan, kepandaian, dan lain sebagainya. Mereka
berharap bisa menjadi seperti orang yang diidolakannya, dengan mengikuti
perilakunya, gaya hidupnya, bahkan penampilannya. Jika mereka memperoleh berita
yang tidak menyenangkan tentang keburukan idolanya, mereka hanya mengelak
dengan mengatakan bahwa itu gosip yang belum pasti kebenarannya.
Bagaimana dengan mengidolakan
Rasulullah? Rasulullah, adalah tokoh yang segala sisi kehidupannya telah
diriwayatkan, bahkan hal yang sangat privasi sekalipun, dimana banyak hal yang
sangat pantas dijadikan teladan. Allah pun memujinya dalam surat Al Qalam ayat
4,sebagai berikut “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang
agung”. Jadi sangatlah pantas kita mengidolakan orang yang Allah pun
telah memujinya.
Namun realita saat ini sangat
menyedihkan. Dapat kita lihat program-program televisi yang menayangkan
pertemuan fans dengan idolanya, dimana mereka begitu mengagung-agungkan
idolanya, rela melakukan hal apa saja untuk dapat bertemu dengan idolanya,
bahkan meniru gaya penampilannya. Bagaimana dengan mengingat Allah dan
Rasul-Nya? Mereka lebih mengikuti seruan idolanya dan mengesampingkan seruan
Allah dan RasulNya. Salah satu contohnya adalah menunda sholat saat adzan tiba,
demi mengikuti tayangan televisi yang sedang menayangkan idolanya,
menghambur-hamburkan uang untuk menonton konser musik, membeli barang-barang untuk
meniru tokoh idolanya, bahkan sampai mengikuti gaya hidupnya. Bagaimana dengan
berdzikir, beribadah, bershalawat, mengikuti kajian-kajian, bersedekah? Jangan
berfikir mereka yang diidolakan itu akan dapat menolong di hari kiamat kelak,
seperti dalam surat Al-Baqarah ayat 166-167 sebagai berikut, “(Yaitu )
ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya,
dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.
Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: ”Seandainya kami dapat kembali
( ke dunia ), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana ( pada
hari ini ) mereka berlepas diri dari kami…”. Beda halnya dengan
Rasulullah yang merupakan orang yang telah dijamin masuk surga.
Sangat memalukan saat umat Islam
ditanya siapakah idolanya, dan jawabannya bukanlah Rasulullah SAW. Sedangkan
diluar sana, banyak orang-orang non-muslim yang telah mengidolakan Rasulullah
dan mengakui kehebatannya. Contohnya adalah Michael H. Hart yang telah menulis
buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah, dimana dia telah
menjadikan Rasulullah sebagai tokoh nomer satu mengungguli Isaac Newton
(1642-1727), Nabi Isa (6 SM-30 M), Buddha (563-483 SM), Kong Hu-Chu (551-479
SM), dan tokoh-tokoh dunia lainnya. Beberapa tokoh non-muslim lain yang
mengidolakan Rasulullah adalah kaisar terbesar Prancis, Napoleon Bonparte
(1769-1821), ia mengidolakan kehebatan Rasulullah SAW, sebagai seorang Panglima
Perang. Demikian pula Johan Wolfgang von Goethe (1749-1832), pujangga kenamaan
asal Jerman, ia mengidolakan Rasulullah SAW, karena kemuliaan akhlaknya. Juga
ilmuwan sekaliber Annemarie Schimmel (1922-2003), ia mengidolakan Rasulullah
karena kesalehannya. Bahkan orang-orang Quraisy jaman dahulupun mengakui akhlak
beliau yang sangat jujur, terbukti dengan banyaknya orang-orang yang menitipkan
barang kepada beliau saat berpergian.
Ada banyak alasan mengapa Rasulullah
pantas dijadikan idola.
Pertama, mengidolakan Rasulullah adalah
wajib bagi umat Islam, karena merupakan rukun iman yang keempat. Allah-pun
berjanji untuk mempertemukannya di akhirat kelak, dimana Rasulullah telah
dijamin masuk surga, seperti dalam surat An-Nisa’ ayat 69 sebagai berikut“Dan
barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama
dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi,
para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh.
Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
Alasan lainnya Rasulullah manusia
paling sempurna, dalam sisi manapun; Fisik dan kejiwaan, mental dan spiritual,
fikir dan dzikir. Dari segi fisik beliau sangat ganteng, badannya atletis,
proposional, tegap, harum. Dari segi intelektual, pemikirannya hebat,
keputusannya akurat, strateginya brilian, dan ahli bidang bisnis maupun
pemerintahan. Dari segi akhlak, beliau adalah manusia paling dermawan,
penyabar, ahli syukur, pemaaf, ahli ibadah, sampai kakinya bengkak karena lama
mendirikan sholat. Ali bin Abu Thalib ra, bercerita “Akhlak Rasulullah SAW,
mudah dicontoh, ramah, tidak kasar, tidak keras, tidak suka menyindir,
tidak berkata kotor, tidak suka mencela, tidak suka main-main, dan cepat melupakan
apa yang tidak disukainya. Siapa saja yang mengharapkannya, tidak pernah putus
harapan kepadanya. Beliau tidak suka mengecewakan. Beliau meninggalkan tiga hal
untuk manusia, yaitu beliau tidak pernah mencela seseorang dan tidak pernah
menghinanya, tidak pernah membuka rahasia seseorang, dan tidak berbicara
kecuali dalam hal-hal yang mendatangkan pahala. Jika beliau berbicara,
pendengarnya diam dan tenang, jika beliau diam, barulah mereka
berbicara. Mereka tidak pernah bersilat lidah di sisi beliau. Beliau tertawa
pada hal yang membuat mereka tertawa dan beliau bersabar terhadap orang asing
atas kekasaran pembicaraan dan permintaannya, walau para sahabatnya menjawab
dengan kasar pula. Beliau bersabda, Jika kalian melihat orang yang
memerlukan bantuan, bantulah. Jangan menerima pujian kecuali dari hal
yang pantas dan jangan memotong pembicaraan seseorang sampai ia
mengizinkan”(HR. Ath Thabrani).
Cerita lainnya adalah kemuliaan beliau
yang sering dilempari kotoran oleh orang yang membencinya, tetapi Rasulullah
membalasnya dengan mendo’akan kebaikan untuknya. Rasulullah sangat menyayangi
umatnya, bahkan saat menjelang ajalnya, yang beliau ingat hanyalah berdoa untuk
umatnya, yaitu dengan mengucapkan “ummati,
ummati, ummati” Begitu banyak hal yang patut dijadikan alasan untuk
menjadikan Rasulullah sebagai idola. Namun, tidak hanya dibibir saja menjadikan
Rasulullah sebagai idola, kita harus dapat menjadikannya contoh dalam
berperilaku sehari-hari. Kita dapat mengetahuinya melalui buku-buku shiroh
Rasulullah. Banyak orang Islam mengaku mengidolakan Rasulullah tetapi masih
berperilaku kasar, suka marah-marah, tidak sabar, dan lain sebagainya.
Sebaiknya hal ini bisa dijadikan introspeksi diri dan motivasi kita untuk
selalu memperbaiki tingkah laku dan akhlak kita dengan meneladani Rasulullah
Saw.
Oleh: M. Rofi’i
“Mahasiswa STAIS Bangkalan, PBA V”
Rahasia Wanita Sebagai Sang Penguji
Guys… gak apa-apa kan kalo posting ini diambil
sedikit dari salah satu Jurus Rahasia
Memahami Hati Cewek. Boleh komentar apa saja kalo memang gak suka, ga setuju…
kita semua adalah orang merdeka… ok? okey then..
a.
Jangan Percaya Omongan Cewek!
Bung, saya yakin kamu sering mendengar cewek berkata
seperti ini: “Aku pengen punya pacar
yang kayak Ariel Peter Pan, udah keren, jago nyanyi lagi…”
Atau,
“Aku butuh cowok yang kuat, jadi kalo ada apa-apa denganku dia bisa melindungi
aku.”
Atau,
“Tolong, aku sedang sedih, aku pengen punya pacar yang bisa menghiburku
Jangan
percaya dengan semua kriteria ideal tersebut. Sebab itu hanya impian. Seperti
kita para cowok yang juga bermimpi, kita tak mungkin bisa mendapatkan Nikita
Willy, sebab dia sudah punya pacar, hahahaha. Enggak…enggak, maksudnya, cewek
impian adalah satu hal, tapi kenyataan adalah lain hal. Manusia adalah mahluk
rasional yang selalu menimbang untung rugi dan segala kemungkinan dalam
mendapatkan apa yang diinginkan. Jika
tak dapat yang nomor satu, nomor dua pun jadilah. Tak ada rotan, tali rafia pun
boleh.
Berita bagus bukan?,
Kamu tak perlu jadi Ariel Peterpan, tak perlu jadi Anjasmara, tak perlu
seganteng andika pratama, atau sekekar Mr. Arnold. Gak perlu maksain diri,
Bung. Cukuplah dengan belajar memaksimalkan apa-apa yang kamu punya selama
ini. Semuanya bisa kamu manfaatin buat
menarik perhatian cewek. Gimana nantinya, sabar ya… .
Sekarang,
mari kita mencari tahu apa dan bagaimana cewek itu.
b.
Cewek adalah mahluk yang haus perhatian
Belum pernah dengar tentang hal ini? Nah, cewek
adalah mahluk yang sebenarnya secara alami selalu menarik perhatian. Sebab
mereka memiliki keindahan yang…ehm. Tanpa berdandan pun sebenarnya mereka
selalu menarik dan menjadi pusat perhatian.
Tapi kepuasan perhatian orang lain terhadap dirinya
akan selalu berkurang dan berkurang sampai akhirnya si cewek tidak lagi
mendapatkan kepuasan dari perhatian-perhatian yang sudah ada. Mereka tidak lagi
mendapatkan kepuasan dari keluarga, maka mereka ke luar rumah dan mencari
perhatian dengan teman cowok satu sekolah. Lama kelamaan mereka juga menjadi
bosan dengan hal ini. Lalu mereka mencari perhatian kepada cowok-cowok di
lingkungan yang lebih besar. Begitu seterusnya.
Ini yang terjadi dengan cewek cakep dan ngetop.
Mereka adalah Attention Junkies!
Bayangkan
kejadiannya seperti ini, ketika cewek dilahirkan, dia memiliki wajah yang imut,
cantik. Orang-orang yang menengok dia di rumah sakit akan berkata,
“Duuh…manisnya. matanya indah, seperti mata ibunya…” Lalu ketika dia sekolah di
TK, “Aduuh…lucunya. Siapa namanya anak manis ini?” Dan ketika di SD,
teman-teman cewek satu sekolahnya akan mulai mencubiti pipinya yang putih itu
dan berkata iri, “Kamu kok cantik sih?” Ketika di SMP, para cowok mulai
bertaruh siapa yang akan mendapatkan cewek manis anak kelas satu itu. “Aku
taruhan dengan jajanku sebulan. Aku bisa nge-dapetin anak kelas satu yang cakep
itu…” Terus dan terus. Begitu yang terjadi. Bisa dipahami posisi cewek cakep
ini? Salalu menjadi pusat perhatian, selalu menjadi rebutan para cowok.
Ketika dia mulai membutuhkan ‘teman dekat’ dari lawan
jenis dia akan kebingungan. Bagitu banyak cowok yang menawarkan diri. Sementara
jika dia memilih salah satu, dia akan kehilangan semua perhatian yang dia
dapatkan selama ini. Dia akan kehilangan semuanya kecuali satu, dari calon
pacarnya. Karena itu dia selalu mencari cara untuk mendapatkan semua perhatian
yang akan hilang itu dengan jumlah yang sama dari seorang cowok. Mungkin
jumlahnya tak mungkin sama, tapi kualitasnya akan sama. Dipadatkan dalam seorang
cowok. Untuk membuktikan bahwa si cowok mampu memenuhi kebutuhan itu dia akan
melakukan ujian. Banyak sekali ujian yang diberikan agar si cewek merasa yakin
kalo si cowok adalah orang yang benar-benar akan memenuhi semua kebutuhannya.
Kebutuhan bukan dalam artian fisik, tapi kebutuhan psikologis yang lebih
penting.
c
. Mengapa Cewek nge-Tes Cowok
Kebanyakan cewek, apalagi cewek cakep, sangat
terbiasa dengan cowok-cowok yang mengejar mereka. Sangat terbiasa dengan model
pedekate yang itu-itu saja. Mereka, para cewek ini mengatakan sesuatu yang
buruk tentang si cowok, entah itu kebiasaannya atau hal lain. Mereka membuat
penilaian akan hal itu dan menunggu reaksi si cowok. Singkatnya, si cewek
nge-tes cowok, terutama cowok yang tertarik kepada mereka.
Kenapa
sih cewek pake acara nge-tes segala?
Alasannya
adalah:
1.
Mempertahankan Diri (Defense Mechanisme)
Cewek paling gak suka kalo dianggap gampang. Salah satu ketakutan terbesar para cewek
adalah jika dia memberikan hatinya terlalu mudah kepada cowok. Dan jika itu
terjadi maka cowok-cowok akan mudah mempermainkannya, memutuskan hubungan
dengan dirinya, dan tentu saja hal ini membuat sakit hati.
Karena itulah cewek sengaja membuat bingung para
cowok, berpura-pura tidak tertarik, pura-pura gak suka. Bertingkah menghindar
dari cowok dengan tujuan menyampaikan pesan kalo mereka gak gampang diraih.
Sementara itu, kamu, kita, para cowok sering tidak tahu kalo cewek sangat benci
menjadi cewek yang gampang direbut hatinya. Dah? Ngerti kah dirimu dengan
bagian ini? Siiip.
2.
Menyaring, mencari yang terbaik.
Seperti bagian yang sudah diceritakan di bab
sebelumnya, cewek itu gak suka sama cowok yang mu-peng, muka pengen. Keliatan
banget kalo mereka ngebet.
Cewek
hanya bisa menerima cowok yang telah melewati beberapa tahap tes. Cowok yang
lulus dari tes ini menunjukkan cowok yang berbeda dengan cowok kebanyakan.
Cowok yang mempunyai karakter karena mereka memahami apa, bagaimana, dan yang
diinginkan cewek.
Sebagai gambaran, ada cewek yang naksir sama cowok,
Dikeluarkan jurus maut senyum manis dan main matanya kepada si cowok. Dan si
cowok kena. Setelah bertukar nomor hape kedua orang itu berpisah. Mulailah si cewek berpikir, “Bener gak sih
aku suka dia?”, “Dia bisa jagain aku gak sih?”, “Apakah memang dia yang aku
cari?”. Sementara memikirkan pertanyaan itu, dia menunggu telpon, kabar, atau
sms dari si cowok. Semua hal itu, telpon dan sms itu akan memberi jawaban
penting bagi si cewek.
Biasanya waktu yang diberikan dalam tes ini adalah
tiga hari. Jika dalam waktu tiga hari tersebut, hari pertama atau hari kedua
ternyata si cowok menelpon atau mengirim sms duluan, maka dia gagal. Jika si
cowok nelpon, atau sms pas hari ketiga maka dia lulus dengan nilai IPK 3,00.
biasa-biasa saja. Tapi kalo si cowok gak ngasih kabar, gak nelpon, gak ngirim
sms sampai si cewek duluan yang menelpon maka pemenangnya adalah si cowok. Dia
mendapat nilai tertinggi: 4.00. Si Cowok lulus tes dengan predikat terbaik. Dan
si cewek hanya memilih cowok terbaik untuk mendampingi dirinya.
Kesimpulan
dari cerita di atas adalah bahwa ‘cowok ngebet’ selalu merasa tidak aman dan
membutuhkan rasa aman dan jaminan dari si cewek.
3.
Pemuasan Ego
Mungkin kamu pernah bertemu, atau mungkin juga tidak.
Tapi saya pernah bertemu dengan cewek yang memang udah menjadi bawaannya minta
diperhatikan. Ketagihan perhatian, addicted to attetion, terutama pujian.
Karena itulah mereka sangat senang bermain-main dengan membuat penasaran para
cowok.
Hampir setiap cewek tahu kelemahan para cowok: cewek!
Yah, diri mereka sendiri. Dengan cara itu mereka akan dapat memuaskan ego
mereka akan perhatian dari cowok. Caranya sangat sederhana; pertama mereka akan
berpura-pura suka terhadap seorang cowok, ngasih senyum dikit, dan kemudian
menggodanya dengan wajah yang ‘malu-malu mau’. Nah, cewek yang jinak-jinak
merpati seperti ini selalu membuat penasaran para cowok.
Dilain waktu, si cewek akan cuek abis! Cowok yang
dicuekin akan merasa bahwa dia akan ditinggalin sama si cewek, atau akan
kehilangan kesempatan untuk mendapatkan si cewek. Dan mulailah dia melakukan
berbagai hal ‘manis’ terhadap si cewek. Memberi perhatian lebih banyak, memuji
lebih banyak, memberi hadiah lebih banyak.
Begitulah caranya para attention junkies
memperoleh apa yang mereka inginkan. Tunggu, ini tidak berarti mereka bukan
‘wanita baik-baik’. Bukan seperti itu maksudnya, yang perlu dipahami adalah
bahwa kamu jangan sampai terjebak dengan hal ini.
By:
Kang Aaf R.r
