Posting Lengkap

Kamis, 17 Januari 2019

The Wise Sentences (DEC Mading Demangan News Edisi 42)



“Faith is taking the first step, even when you don't see the whole staircase” - Dr. Martin Luther King, Jr. 
(Keyakinan adalah berani mengambil langkah pertama, bahkan ketika anda tidak melihat anak tangga)
“Happiness will never come to those who fail to appreciate what they already have”
(Kebahagiaan tidak akan pernah datang kepada mereka yang gagal mensyukuri apa yang mereka miliki)
"People never know the truth behind things but always got something to say"
(Orang-orang tidak pernah tahu kebenaran di balik setiap hal tapi selalu ada sesuatu untuk dikatakan)
"Love is much like a wild rose, beautiful and calm, but willing to draw blood in its defense” - Mark A. Overby
(Cinta itu seperti setangkai mawar buas, indah dan tenang, namun bisa kapan pun mengambil darah dalam pertahanan anda)
"A successful relationship consists of two things… finding out the similarities, and respecting the differences"
(Sebuah hubungan yang sukses terdiri dari dua hal… mengetahui kesamaan, dan menghormati perbedaan)
"Outer world may be beauty for eye, true happiness comes from beauty we find in each other"
(Dunia luar mungkin keindahan untuk mata anda, kebahagiaan sejati berasal dari keindahan kita menemukan satu sama lain)
The ink of the scholar is more sacred than the blood of the martyr”
(Tinta para pelajar lebih suci dari pada darah orang-orang yang mati syahid)
The world and all things in it are valuable, but the most valuable thing in the world is a virtuous woman”
(Dunia dan segala sesuatu di dalamnya sangat berharga, tetapi hal yang paling berharga di dunia adalah perempuan baik-baik)
Remember God in prosperity, and He will remember you in adversity”
(Ingatlah Tuhan dalam kemakmuran, dan Dia akan mengingat Anda dalam kesulitan)
One hour’s meditation on the work of the Creator is better than seventy years of prayer”
(Satu jam meditasi pada karya Sang Pencipta adalah lebih baik daripada tujuh puluh tahun do’a)
 By: Abd. Rohim*
(*Member of DEC, and this time He got scholarship to study in Access Bangkalan one of program from America)


Rakyat Rindu Pemimpin Ideal (cakrawala Madimg Demangan News Edisi 42)




Pada 9 April 2014 rakyat Indonesia akan mengadakan pemilihan legislatif (pileg). Tujuannya, memilih para wakil rakyat (pemimpin) yang akan duduk di kursi DPR, baik pusat maupun daerah. Dengan segala pertimbangan, tentu, rakyat telah memberikan hak politik dan mempercayakan amanah kepemimpinan kepada para pemimpin generasi 2014. Sebab di tangan kekuasaan merekalah rakyat menggantungkan asa dan cita-cita.
Memang, suatu negara bisa  menjadi negara maju bergantung pada para pemimpinnya. Jika para pemimpinnya berjiwa korup dan bermental busuk, maka negara tersebut akan menghadapi ketidakpastian, “Bangkit” tidak, “Maju” apalagi. Sebaliknya, apabila para pemimpinnya berjiwa non-korup dan bermoral, rakyatnya akan merasakan kesejahteraan dan kedamaian hidup. Contohnya, Denmark dan Finlandia.
Sekarang lihatlah Indonesia!!, Indonesia merupakan negara terkaya di Asia Tenggara bahkan di dunia. Kekayaan SDA Indonesia yang melimpah ruah tak dapat ditandingi oleh negara manapun. Selain itu, Indonesia memiliki kuantitas SDM yang berkualitas, baik secara intelektual maupun spiritual. Sebenarnya, kedua sumber daya itu berpotensi untuk memajukan negara. Sayangnya, satu hal yang belum dimiliki negara berlambang Garuda ini adalah para pemimpin yang mampu mengkolaborasikan SDA dan SDM dalam memajukan negara. Yang ada saat ini adalah mereka menjarah aset negara dengan jalan korupsi wa akhwatuha. Terbukti sejak 2004-2013 KPK telah menangani 65 wakil rakyat (anggota DPR) yang terlibat korupsi. Dan, tidak heran ketika masyarakat Asia Tenggara menyebut anggota DPR RI paling jago korupsi.
Lagi-lagi, SDM tidak mendapat tempat di hatinya. Mereka hanya memprioritaskan kepentingan pribadi, keluarga, dan koleganya daripada kepentingan rakyat bersama. Akibatnya, rakyat harus rela menelan pil pahit kehidupan: kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Oleh karena itu, untuk menyongsong kemajuan negara di masa depan, minimalnya tahun 2014-2019, diperlukan para pemimpin berkualitas dan berintegritas. Para pemimpin berkualitas adalah mereka cerdas secara intelektual, spiritual, dan moral. Dengan ungkapan lain, mereka memiliki label “Amanah, Shidik, Fathanah, dan Tablig”. Sudah dipastikan para pemimpin berlabel “ASFATA” akan memenej negara dengan ilmu berpayung moralitas dan spiritualitas. Juga, mereka tidak memilih kepentingan pribadinya semata (egois), tetapi lebih memilih kepentingan rakyat dengan mengoptimalkan segala potensi yang ada. Disadari atau tidak, jika egoisme bercokol dalam jiwa para pemimpin, maka orientasi kepemimpinannya adalah hidup materialis dan hedonis.
Bahaya sekali manakala hidup materialis dan hedonis para pemimpin sudah menjadi nomor wahid,  kesejahteraan kolektif yang diamanatkan UUD 1945 pasal 34 ayat 2 pasca amandemen, “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan” hanya menjadi retorika belaka. Selanjutnya, pemimpin ideal adalah pemimpin berintegritas. Mereka memiliki track record yang bagus dan bersih, tidak pernah melakukan korupsi, tidak pernah membela dan melindungi “para tikus berdasi nan apati”, berani, komitmen, dan konsisten memberantas korupsi dan pelakunya, serta tidak menempatkan dirinya di bawah kepentingan ekonomi (finansial) dan politik (kekuasaan).
Diakui atau tidak, pemimpin berkulitas dan berintegritas akan mencintai dan dicintai rakyat. Menarik untuk mencermati hadis Nabi yang diriwayatkan Muslim, Nabi bersabda: “Sebaik-baik pemimpin adalah mereka yang kamu cintai dan mencintai kamu, kamu berdoa untuk mereka dan mereka berdoa untukmu. Seburuk-buruk pemimpinmu adalah mereka yang kamu benci dan mereka membencimu, kamu laknati mereka dan mereka melaknati kamu”. Hadis di atas menegaskan bahwa para pemimpin yang ideal adalah mereka yang memiliki hubungan baik dengan rakyat. Mereka selalu berpikir untuk kesejahteraan rakyat, bangsa, dan negaranya tidak untuk kesejahteraan pribadi dan koleganya. Terkait dengan pemimpin yang egois, Nabi bersabda: “Siapa yang  memimpin, sedangkan ia tidak memerhatikan urusan kaum Muslim, tidaklah ia termasuk dalam golongan mereka” (HR. al-Bukhari).
Pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyat mengindikasikan bahwa pemimpin tetaplah pelayan bagi rakyat. Menjadi pelayan rakyat bukan berarti martabatnya ternodai atau terinjak-injak, tetapi menjadi sebuah kekuatan dalam mengkonstruksi aneka sendi kehidupan seperti ekonomi, politik, hukum, pendidikan dsb. Sehingga terdapat sinergitas dan solidaritas antara pemimpin dan rakyat dalam menyongsong kemajuan negara. Bersama asa dan optimis, di tahun politik 2014 rakyat rindu pemimpin ideal. Sekali lagi, pemimpin yang memenej masyarakat dan bangsa untuk memajukan negara bukan untuk korupsi,si,si.
The last I say, apabila para pemimpin generasi 2014 tetap saja berjiwa korup dan bermental busuk, rakyat harus kembali puas menetap di “Negara Koruptor”. Pada akhirnya, kemajuan negara hanya ada dalam imajinasi.
 Oleh: el_Rofie (Aktivis BEM STAIS)


Selasa, 15 Januari 2019

Keingintahuan telah merubah hidup Dokter Hadden sepenuhnya (Muallaf Mading Demangan News Edisi 42)





Roger Hadden adalah seorang dokter gigi berasal dari Dungannon, Irlandia Utara. Ia membuka praktek dokter giginya di Inggris. Namun, ia telah lama tinggal di Skotlandia. Hadden dibesarkan dari keluarga Kristen, dan ia adalah telah memutuskan menjadi Kristen sejak lahir. Meskipun dibesarkan dengan ajaran Alkitab, namun ia tidak terlalu mengikuti prinsip-prinsip yang diajarkan.
Hadden layaknya pemuda Inggris kebanyakan, sangat suka bersenang-senang tanpa mengenal batas. Ketika remaja ia mengaku tidak menjalankan agama apa pun, termasuk Kristen. “Saya selalu percaya bahwa Tuhan itu ada,” ujarnya. Ia meyakini alam semesta ada penciptanya dan manusia tidak bisa menciptakan dirinya sendiri. Ketika terus berusaha berpikir tentang Tuhan dari waktu ke waktu, Hadden selalu terganjal dalam keyakinannya.
Ketika melanjutkan studi ke jenjang Universitas, ia bertemu banyak Muslim. Pada saat itu ia dan teman-teman Muslimnya terus bergulat dalam diskusi yang membahas tentang keyakinan. Hadden sangat menikmati diskusi-diskusi tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, Hadden ingin bersikeras memperdalam keagamaannya dan keyakinan Kristennya.
Ketika memasuki tahun terakhir kuliahnya di universitas, Roger Hadden membuat rencana untuk mereformasi keyakinannya dan menjadi seperti orang tuanya dulu; Kristen taat. Dan ia memutuskan untuk memulai memahami bacaan Alkitab. Ia memulainya dengan memantapkan konsep Trinitas, yang selalu mengganggu pikirannya. Karena pada waktu itu pemahaman agama Kristennya masih awam, kadang ia cukup bingung untuk berdoa. “Apakah doa saya akan ditujukan kepada Tuhan Bapa atau Yesus,” ujarnya.
Hadden kemudian berbicara dengan beberapa pemuka agama Kristen, untuk mendapatkan penjelasan akan konsep Tritunggal. Namun, tak satu pun dari mereka yang dapat meyakinkan dirinya.
Ia kemudian memutuskan untuk terus membaca dan memahami Alkitab, dengan mencari kebenaran di dalamnya. “Masalah Trinitas membingungkan saya. Karena mengapa semua Nabi dalam Perjanjian Lama berdoa kepada Tuhan dan melakukan tindakan benar berharap pengampunan Tuhan? Dan tidak ada yang berdoa kepada Yesus?” gusarnya. Bahkan tidak disebutkan kata “Trinitas” dalam Perjanjian Lama, dan sebagian pemuka Kristen bahkan berpendapat tidak ada dalam Perjanjian Baru. Hadden tahu, Tuhan tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang, jadi pasti ada yang salah dengan ini.
Hadden kemudian berbicara dengan teman-temannya di Universitas. Beberapa mereka beragama Sikh, Katolik, Ateis, dan beberapa juga ada yang Muslim. Keingintahuan telah merubah hidup Hadden sepenuhnya, dan ia menemukan jawaban dari sahabat Muslimnya.
Dalam Islam diperintahkan menyembah satu Tuhan, yang tidak memiliki mitra atau partner dengan-Nya. “Saya sangat tertarik dengan konsep ini,” kata Hadden. Namun, Hadden terus membaca Alkitab dan membandingkan sumber-sumber Kristen dengan Alquran dan buku-buku Islam. Ia menemukan bahwa Muslim percaya Tuhan mengirim pesan kepada umat manusia melalui para nabi yang berbeda sejak Adam, manusia pertama. Dan semua nabi itu hanya percaya pada satu Tuhan, Allah SWT. Dan Muslim juga percaya bahwa akan ada hari perhitungan di akhir dunia nanti, ketika semua orang akan dibangkitkan dan dihakimi. “Saya menyadari bahwa inilah yang saya percaya. Dan apa saya pikir, seperti inilah Alkitab berkata pada saya,” kata dia. Hadden kemudian mendiskusikan hal-hal tersebut dengan kedua orang tuanya, namun mereka tidak terlalu terkesan.
Beberapa bulan memperoleh karunia dan hidayah Allah, Hadden memantapkan hati untuk menjadi seorang Muslim. Ia pun memutuskan memeluk Islam. Ia meyakini keputusannya ini adalah langkah yang tepat. “Alhamdulillah, terima kasih Allah,” ujarnya. Hadden kini mencoba menjadi Muslim sejati dan berusaha membantu orang lain. Hari-harinya di isi dengan ibadah, shalat lima waktu dan tadarus (membaca) Alquran. Teman-teman Hadden di universitas sempat terkejut dengan perubahannya, terutama sejawatnya di kedokteran gigi.
Orang tua Hadden pun marah besar, mereka percaya sang anak sudah dicuci otaknya. Ia ingat ketika pertama kali memberi tahu orang tuanya bahwa ia memilih menjadi seorang Muslim, mereka tidak terlalu terkesan. Kedua orang tuanya mengatakan langkah Hadden itu adalah “tindakan yang dibenci agama”. Namun, itu tidak menyurutkan langkah sang dokter gigi untuk menjadi pengikut Rasulullah. Beberapa bulan kemudian ia memutuskan bersyahadat.
Walaupun sejak masuk universitas Hadden selalu berjauhan dengan orang tuanya, tetapi ia terus mencoba untuk mengunjungi mereka. Kini, ia merasa hubungan dengan orang tuanya telah membaik. Sebab, berlaku baik kepada mereka (orang tua) adalah perintah Allah dalam Alquran. “Saat ini saya bekerja sebagai dokter gigi di Inggris. Dan telah menikah dengan seorang wanita Muslimah setahun yang lalu. Dan berkat karunia Allah, kami dianugerahi seorang anak bernama Ismael,” tuturnya.


Biarlah (Puisi Mading Demangan News Edisi 79)


Semua telah terjadi
Semua telah pupus
Dan semua telah berakhir
Lembaran sudah kusut
Dan pena telah kehilangan tinta
Usai sudah semua cerita ini
Mungkin inilah yang terbaik
Yang sangat pantas  untuk di akhiri
Terimakasih...

By: Nauna Bhawell

Minggu, 13 Januari 2019

PPSMCH Tambah Plat Nama "Pendidikan Diniyah Formal Al-Ma’arif"




Bangkalan – Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil menambah plat nama Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Al-Ma’arif didepan Madrasah Diniyah Salafiyah Al-Ma’arif. Sebelumnya, plat nama PDF belum terletak di tempat itu walau sudah berjalan lebih dari dua tahun yang lalu.
Penambahan plat nama ini merupakan inisiatif dari Ust. Moh. Thuba kepada ketua LATANSA (Lajnah Tanmiyatul Maharat Al-Islamiyah) dan kemudian dipasrahkan kepada team dekorasi untuk memperbaikinya. Dalam waktu 5 hari mulai dari malam kamis (9/11) pengerjaan pemasangan plat nama ini telah berlangsung dan mulai rampung pada hari senin dini hari.
Tujuan ditambahnya plat nama ini agar tidak lagi ada anggapan bahwa di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil ini  tidak ada pendidikan diniyah formalnya. Sekaligus untuk ajang promosi bagi para tamu agar mereka mengetahui bahwa PDF sudah dibelajarkan di pondok ini.
“Agar para tamu dan juga para alumni bisa tahu bahwa di Pondok ini sudah ada PDF nya”. Tutur Faqih salah satu anggota dekorasi yang melakukan pengerjaan penambahan plat nama ini.
Proses pengerjaan ini dimulai dari malam kamis setelah musyawarah sekitar pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 00.30 WIB disetiap malamnya. Pengerjaannya dilakukan dengan cara mencabut semua plat nama yang sebelumnya sudah tertempel disana agar dapat disesuaikan dengan tambahan tulisan 4 kata ‘Pendidikan Diniyah Formal Al-Ma’arif’. Setelah semuanya dibongkar barulah kemudian dipasang lagi semua plat nama program-program yang ada di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil ini. Kemudian setelah itu barulah kemudian pekerjaan ini di tashih oleh Ust. Muh. Thuba tentang ketepatannya.
“Hal ini sangat bagus sekali mengingat banyak orang diluar sana yang berpendapat bahwa di Pondok kita ini mereka mengira sudah tidak ada lagi pendidikan formalnya. Padahal sebenarnya bukan tidak ada, hanya saja diganti dengan PDF”. Tanggapan Ust. Karror Guru Al-Miftah saat ditanyakan tentang hal ini.
Shofiy Ad

Tokoh Legenda Silat ini Meninggal Dalam Usia 110 Tahun (Figur Mading Demangan News Edisi 79)



 


Pencak silat merupakan olah raga bela diri tradisional Indonesia, yang selain terkenal di dalam negeri juga sudah menyebar ke mancanegara. Tak heran jika bela diri ini melahirkan nama-nama besar, yang diakui sebagai pendekar.
Eme Suganda atau biasa disapa Abah Eme adalah salah satunya. Bagi mereka yang pernah belajar pencak silat di Jawa Barat atau khususnya di Kabupaten Garut, pasti pernah menjadi murid Abah Eme. Tak mengherankan, karena Eme sudah menggeluti silat sejak 1942.
Kini, Sang Legenda itu telah berpulang dalam usia 110 tahun. "Telah berpulang, Abah Eme (110 thn), guru pencaksilat di ma'had Darul Arqam Garut, hari ini Rabu 10 agustus jam 20.20," ujar sebuah pesan yang beredar viral di media sosial.
Eme selama ini dikenal sebagai guru pencak silat Tapak Suci di ma'had Darul Arqam, Garut. Meski keahlian dan dedikasinyanya di pencak silat tak ada yang meragukan, namun dia menolak disebut sebagai "jago" atau "pendekar". Eme sudah cukup puas jika disebut sebagai orang yang "bisa" silat.
Seusai berguru pencak silat selama bertahun-tahun, Eme menghabiskan waktunya untuk mengajar silat dari pesantren ke pesantren. Hal ini dilakoninya sejak 1978. Semua dilakukan sambil terus memperdalam ilmu dan keahlian silatnya.
Melihat dedikasi Abah Eme yang tinggi terhadap ilmu silat, wajar saja kalau beragam penghargaan sudah diraihnya. Termasuk deretan piala yang dipajang di ruang tamu rumahnya. Kepopuleran silat Eme ternyata tak hanya bergaung di Garut. Beberapa muridnya tercatat berasal dari Kanada, Belanda serta beberapa negara di kawasan Asia Tenggara


Kesempurnaan mu (Puisi Mading Demangan News Edisi 79)

   

Semua seruan kini hanya untuk mu
Semua pujian hanya untuk menyebut namamu
Karena kaulah yang terindah
Karena kaulah yang paling sempurna
Tiada rupawan yang menyerupaimu
Tiada keindahan yang melebihi mu
Kaulah satu-satunya
Tiada yang akan menduaimu
Kaulah bintang diantara indahnya bintang
Kaulah bulan di antara gelapnya malam
Dan kau matahari di kala pagi ada
Dan hanya kaulah
Malaikat penyempurna hidupku

By: No

Sabtu, 12 Januari 2019

Ku tak kuasa (Puisi Mading Demangan News Edisi 79)


Berlapis jalan ku tapaki
Namun hanya kesendiran
Tanpa sehelai tangan tuk memapah...
Semua penderitaan yang sangatlah menyiksa
Q tak kuasa...
Apakah ini yang harus terjadi
Semua tak pernah ku harap
Namun mengapa semua itu terjadi
Begitu menyiksa, begitu myesakkan
Ku berlari begitu jauh...
Namun mengapa ini semakin menyakitkan
Apakah arti semua ini...

By: Phutra Mcj

Jumat, 11 Januari 2019

Kenapa Kita Dilarang Membentak Suami? (Sholeha Mading Demangan News Edisi 79)


Dalam kehidupan Rumah Tangga terjadi sedikit perbedaan pendapat antara suami istri adalah hal yang wajar. dengan keadaan seperti apapun seorang istri harus memelankan suaranya ketika bicara dengan suaminya  walaupun dia mengganggap pendapatnya benar.
Semestinya seorang suami adalah orang yang paling harus ditaati dan dihormati oleh istri. Sebagaimana kita ketahui bahwa Rasulullah dalam beberapa haditsnya menunjukkan betapa tinggi kedudukan suami bagi istrinya:
“Seandai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri utk sujud kepada suaminya.” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)
“Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya…” (HR. Ahmad)
“Dan sebaik-baik istri adalah yang taat kepada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tidak suka membicarakan sesuatu yang tidak berguna, tidak cerewet dan tidak suka bersuara hingar-bingar serta setia kepada suaminya.” (HR. An Nasa'i)
Jika suami berbuat keliru atau salah, Maka sudah semestinya bagi sang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, dengan nada lemah lembut, tidak membentak (bersuara keras), dan tidak pula menyinggung perasaannya.
Sikap kasar istri terhadap suami –dan sebaliknya– menandakan kurangnya ilmu dan keburukan akhlak. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baiknya wanita — bagi suami — ialah yang menyenangkan ketika dilihat, patuh ketika diperintah, dan tidak menentang suaminya baik dalam hatinya dan tidak membelanjakan (menggunakan) hartanya kepada perkara yang dibenci suaminya” (H.R. Ahmad)
Sebagaimana anak bisa dianggap durhaka pada orang tua, maka istri juga bisa dikatakan durhaka pada suami ketika berani membentaknya. Wallahu A'lam.
Bidadari Marah kepada Istri yang Memarahi Suaminya Jika seorang suami dibentak atau di dzalimi oleh istrinya, maka para bidadari di surga akan marah kepada istri yang memarahi suaminya.
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
 لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ : لاَ تُؤْذِيْهِ , قَاتَلَكِ اللهُ , فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكَ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا
“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami” (HR. At-Tirmidzi)

Solusi Jika Memang Ingin Marah Pada Suami
Jika kemarahan melanda dan sudah tak tertahankan, tentunya tidak disarankan untuk mengekspresikan dengan cara meledak-ledak di depan pasangan. Apalagi dengan cara membentak. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan jika sedang ingin marah pada suami.
Hal yang pertama dilakukan adalah ucapkan istighfar. Mohon ampunlah pada Allah. Istighfar akan meringankan hati kita.
Selanjutnya, klarifikasi secara detail duduk permasalahan. jangan mengikuti nafsu karena emosi akan semakin meluap-luap. Tapi sebisa mungkin, tahanlah dulu emosi. Karena bicara dalam keadaan emosi hanya akan memperburuk keadaan, karena terkadang kita ingin menumpahkan kekesalan, bahkan kekesalan yang telah lalu. Jika dirasa sudah bisa mengendalikan diri, Ambillah air wudhu kemudian kerjakan shalat dan berdoalah. Adukan semua persoalan pada Allah. Semua kekesalan, kecewa, adukan saja. Dan tak lupa, mintalah padaNya untuk diberikan jalan keluar.
Jika diri sudah tenang, mulailah berbicara dengan suami. Ingat, yang akan dibicarakan adalah dalam rangka mencari jalan keluar, bukan untuk menambahkan kericuhan. Tak lupa, ada unsur saling menasehati dalam rumah tangga. Berikan nasihat pada pasangan atas kesalahan yang dilakukan.
Semoga beberapa hal tersebut bisa semakin mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah dalam rumah tangga Santri-santri yang akan menikah nanti. Aamiin 

(LinaKunti)

Rabu, 09 Januari 2019

Bilal Philips, mualaf yang Islamkan 3.000 tentara Amerika (Muallaf Mading Edisi 79)


Abu Ameenah Bilal Philips bernama asli Dennis Bradley Philips. Dia berdarah Jamaika namun masa kecilnya dihabiskan di Kanada. Perjalanannya mengenal Islam menarik untuk disimak.
Sebelum menjadi muslim, Philips menganut musik dan cinta sebagai agamanya. Dibesarkan dalam kultur musik Jamaika kental membuat ia memilih menjadi gitaris. Di kesengsem Jimi Hendrix dan Bob Marley. Saat berkuliah di Universitas Simon Frasier, Kota Vancouver, Kanada, dia kerap ngamen di klub dan kafe mempertontonkan kemahirannya bermain musik.
Bermain musik memberikan kesempatan pria kelahiran Jamaika, 6 Januari 1946, ini menjelajah ke berbagai negara, termasuk Malaysia dan Indonesia pada 1960-an. Di dua negara berpenduduk mayoritas Islam ini, Philips mulai tertarik mempelajari agama Nabi Muhammad.
Balik ke negaranya pada 1972, lelaki berjanggut ini memutuskan mempelajari Islam secara intensif. Dia kerap berdiskusi dengan para cendekiawan muslim dan mempelajari buku-buku agama rahmatan lil alamin ini. Tak perlu waktu cukup banyak, beberapa bulan kemudian Philips mengucapkan dua kalimat syahadat, tanda sumpah serta pengakuan keesaan Allah dan Rasulullah sebagai utusanNya.
Setelah menjadi muslim, Philips memutuskan berhenti menjadi musikus dan mempelajari agama barunya lebih dalam. Dia mengaku tidak nyaman lagi bermusik. “Menjadi artis rentan terhadap perilaku dilarang Allah seperti obat-obatan, seks bebas, perempuan, dan pergaulan salah. Saya tidak mau seperti itu lagi,” ujarnya.
Dia kembali bersekolah dengan mendaftarkan diri ke jurusan studi Islam di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Alasannya, dia ingin belajar Islam dari sumber klasik di kota-kota bersejarah dan bukan budaya prakteknya. “Beda lingkungan akan berbeda menerjemahkan Islam,” kata Philips.
Kelar di Universitas Madinah, Philips terus belajar. Kali ini dia mendaftar program master di Universitas Riyadh. Selain berkuliah, dia juga nyambi menjadi pembawa acara Why Islam di Channel Two, stasiun televisi milik pemerintah Saudi. Acara seputar wawancara dengan para muallaf dari berbagai latar belakang dan ketertarikan mereka mempelajari Islam. Dengan membawa acara itu, Philips mengaku imannya semakin kuat. Tak cuma menjadi presenter, dia juga menulis buku, antara lain Poligami dalam Islam dan Prinsip Dasar Iman dalam Islam.
Kelar kuliah S2 pada 1990-an, Philips bekerja di departemen agama markas besar Angkatan Udara Arab Saudi di Ibu Kota Riyadh. Kala itu Perang Teluk tengah berkecamuk. Irak menginvansi ke Kuwait karena menolak menghapus utang luar negeri negeri Saddam Hussein itu. Posisi Kuwait kewalahan dan meminta bantuan ke Amerika Serikat. Negara adidaya itu mengirimkan pasukannya dan membuat pangkalan di Arab Saudi.
Ketika tentara Amerika bermarkas di Negeri Petro Dollar itu, Philips kebagian memberikan materi tentang Islam kepada mereka. Ini penting untuk mengajarkan pengetahuan benar Islam bukanlah agama menyukai kekerasan. Hasilnya, sekitar tiga ribu serdadu Amerika masuk Islam.
Selepas Perang Teluk, Philips dikirim ke Amerika untuk mendampingi para tentara muallaf itu. Dia mendapat bantuan dari anggota tentara beragama Islam untuk membuat konferensi dan kegiatan. Usahanya ini membuahkan hasil dan militer Amerika akhirnya membangun musala di seluruh pangkalan militer mereka.

Kelar proyek itu, Philips hijrah ke Filipina dan mendirikan pusat informasi di Mindanao serta universitas berbasis Islam di Cotobato City. Pada 1994, Philips mendapat undangan bergabung dengan lembaga amal Dar Al Ber di Dubai, Uni Emirat Arab. Di sana ia membentuk pusat informasi Discover Islam di Kota Karama. Proyeknya kali ini mengundang ulama dari pelbagai negara. Dalam lima tahun, pusat informasi itu telah membuat 15 ribu orang dari seluruh penjuru dunia mengucapkan dua kalimat syahadat. Subhanallah.

Selasa, 08 Januari 2019

Asal Muasal Pancasila Adalah Syahadat dan Rukun Islam, Lambang Kerajaan Samudra Pasai. (Artikel Mading Edisi 79)


Pada catatan sejarah, Lambang Garuda Pancasila dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang lalu disempurnakan oleh presiden Soekarno.
Lambang Kerajaan Samudera Pasai berisi KALIMAT TAUHID serta RUKUN ISLAM. Kepala burung berarti Basmallah, sayap serta kakinya adalah perkataan dua kalimat Syahadat. Badan burung itu adalah Rukun Islam.
Tahukah kamu,  jauh-jauh hari sebelumnya lambang itu digunakan sebagai lambang Negara Republik Indonesia, lambang itu telah lebih dulu dipakai sebagai lambang Kerajaan Samudera Pasai
Seperti yang kita ketahui, kalau Kerajaan Samudera Pasai adalah satu kerajaan Islam pertama di Indonesia yang didirikan oleh Sultan Malikussaleh (Meurah Silu) pada abad ke 13 atau pada tahun 1267.
Samudera Pasai ketika itu di kenal sebagai pusat studi Islam di kawasan Asia Tenggara, hal ini dikemukakan oleh seseorang petualang bernama Ibnu Battutah dalam bukunya Tuhfat al-Nazha. Simbol kerajaan Islam Samudera Pasai ini didesain oleh seseorang Sultan Samudera Pasai yakni Sultan Zainal Abidin. Simbol burung itu mempunyai makna yaitu SYIAR ISLAM YANG KUAT.
R Indra S Attahashi menerangkan kalau lambang negara Samudera Pasai diisi kalimat Tauhid dan Rukun Islam. Rinciannya, kepala burung itu berarti Basmallah, sayap serta kakinya adalah perkataan dua kalimat Syahadat. Terakhir, tubuh burung itu adalah Rukun Islam.
Indra meneruskan penjelasannya kalau simbol itu disalin lagi oleh Teuku Raja Muluk Attahashi bin Teuku Cik Ismail Siddik Attahashi yang disebut Sultan Muda Aceh yang diangkat pasca momen Perang Cumbok pada 1945. Ketika itu di Aceh Tamiang ada kerajaan sendiri bernama Kerajaan Sungai Iyu.
Indra menerangkan, lambang Kerajaan Samudera Pasai itu telah ada dalam silsilah keluarganya kian lebih 100 tahun lantas. Dari kakek atau nenek, lambang itu diwariskan dari generasi ke generasi yang senantiasa diceritakan kalau itu simbol Kerajaan Samudera Pasai.
Simbol itu dilukis oleh Teuku Raja Muluk Attahashi, keturunan dari panglima Turki Utsmani yang ke Aceh saat Sultan Iskandar Muda menghadapi Portugis, pimpinan dari Panglima Tujuh Syarif Attahashi.

Lambang Garuda Pancasila ini nyatanya di inspirasi dari lambang kerajaan Samudera Pasai, tetapi lepas dari itu semuanya sejarawan LIPI, Aswi Warman Adam menyatakan bila klaim itu tunjukkan kecintaan bangsa Indonesia.
Varel Annemy 

PPSMCH ADAKAN DIKLAT DARAH WANITA BERSAMA LAZ SIDOGIRI



Demangan, Kamis 13 Rabiut Tsani 1440/20 Desember 2018 Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Putri adakan pelatihan mengenai darah wanita bersama IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri) dan LAZ sidogiri yang di narasumberi oleh Ustad Nur Hasyim, selaku ketua diklat IASS. Acara yang di ikuti oleh sekitar 287 santri putri ini di bagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama di laksanakan pada hari Kamis malam Jum’at, gelombang kedua di laksanakan pada hari Jumat dan malam Sabtu untuk gelombang tiga.
Menurut beliau Ust. Ali Ghofir selaku moderator acara tersebut menuturkan “Tujuan dari di bentuknya gelombang 1,2,3 ini agar pemateri bisa menguasai audient dan hasil bisa mencapai maksimal.” Masing-masing dari gelombang tersebut tercantum sebanyak 96 orang.
Acara yang berlangsung tiap 2 jam ini bertempatkan di gedung silver lantai 2. Dan khusus untuk gelombang 3 karena terakhir, beliau menerangkan secara lebih detail dari gelombang-gelombang lainnya. Sehingga acara pelatihan tersebut berlangsung sekitar 3 jam lebih.
“Dan semoga apa yang telah kami sampaikan bisa bermanfaat untuk semua.” Dawuh beliau di akhir acara.
DN

Pondok pesantren syaichona moh cholil putri adakan seminar bahasa inggris oleh Demangan English Club putri (DEC)



Kemarin, pondok pesantren syaichona moh cholil putri adakan seminar Bahasa Inggris yang bertepatan pada hari sabtu 29 Desember 2018. Acara yang bertempatkan di bangunan silver lantai 2 ini di ikuti oleh sekitar 185 santri putri. Dan berlangsung selama kurang lebih 2 jam.
Acara yang bertemakan “REACH YOUR DREAM WITH US” itu bertujuan untuk mengajak teman-teman sekalian agar lebih semangat untuk belajar bahasa inggris. Menurut beliau, Mrs. Rofii Mpdi selaku pemateri acara tersebut. Ia menuturkan “jangan pernah jadikan keterbatasan kita sebagai halangan untuk berhenti berjuang, justru jadikan keterbatasan yang kia miliki sebagai tantangan dan perjuangan untuk bisa kita raih”.


Selain di hadiri oleh Mrs Rofii tersebut, acara ini juga di hadiri oleh Mrs mustofa dan Mrs Abd. Rohim selaku tutor dari DEC putra. Kehadiran mereka berdua pun juga untuk memberikan motivasi untuk kita semua.
“Belajar bahasa inggris bukan hanya jadikan sebagai gaya-gaya aja biar keren. Tapi tujuan utama yang harus kita niati adalah agar kita tidak mudah untuk di bodoh-bodohi mengingat zaman sekarang banyak lagu-lagu inggris yang berisi tentang penghninaan dan pelecehan agama islam. Jadi untuk menghindari semua itu, ya.. kita harus bisa berbahasa inggris” tutur beliau (Mrs.Rofii).
“Dan semoga apa yang mereka sampaikan bisa menjadi motivasi kita untuk bisa terus belajar bahasa inggris” (ucap salah satu panitia putri acara tersebut).
DNM



Senin, 07 Januari 2019

Kenangan di pojokan (Mading Demangan News Edisi 79)



Shobat...
Masih ingatkah engkau
Tentang cerita yang dulu kita ukir
Sebuah persahabatan yang abadi
Yang terus ku kenang sampai disini
Shobat...
Dulu kita pernah bersama
Saling menganang cerita
Tertawa, berduka dan saling bercanda
Seakan menghiasi keseharian kita bersama...
Meski kita berbeda
Tapi...
Kita serasa bersaudara
Shobat...
Kenanglah aku
Meskipun engkau tak berada di sisiku
Ingatlah aku meski aku berada jauh dari mu
Shobat...
Tak ada yang hilang dari hati
Dan tak ada yang terlintas
Semua kenangan ini
Karena kita saudara
Meski jarak memisahkan kita...
By: Mas Hanzavia dan Nizam Saucy
To: Sahabatku Helboy Lavenzie
Awak Dewe Ngehenk’s